10 Pelukis Tuna Daksa di Indonesia

Posted by Unknown Minggu, 17 Maret 2013 1 komentar
Tuna daksa merupakan pengertian dari cacat tubuh. Istilah lain dari Tunadaksa adalah sebagai berikut: Cacat Fisik, Cacat Orthopedi, Crippled, Phocially handicapped, Physically Disabled.
kelainan yang meliputi cacat tubuh atau kerusakan tubuh, kelainan atau kerusakan pada fisik dan kesehatan, Kelainan atau kerusakan yang disebabkan oleh kerusakan Otak dan saraf tulang belakang
Namun bagi para penderita Tuna daksa, apa yang mereka derita bukan menjadi suatu keterbatasan melainkan menjadi acuan untuk berprestasi meskipun memiliki kelainan secara fisik, seperti yang dilakukan oleh sepuluh pelukis di bawah ini


1. Benyamin Tan
Pelukis mulut yang memiliki nama lengkap Benjamin Tan Boon Chuan. Benjamin Tan Boon Chuan, seorang pria berkewarganegaraan Singapura yang mengalami kelumpuhan tangan dan kaki saat ia berusia 2 tahun dan sejak saat itu ia duduk di kursi roda. Meski demikian, kekurangan itu tak membuat pria yang berulang tahun 27 Maret itu patah semangat. Justru kekurangan itu pula yang membuatnya makin yakin untuk menapaki hidup. Pria yang menetap di Jakarta sejak tahun 2000 adalah seorang Maestro lukisan mulut dan kaki yang telah bergabung dengan Asosiasi Pelukis Mulut dan Kaki Internasional. Walau cacat tangan dan kaki, namun lukisan dengan kuas yang digigitnya tidak kalah bagus dari karya pelukis yang lengkap anggota tubuhnya.
Benjamin, begitu ia biasa disapa, menyukai aliran naturalis. Tiap melukis, nuansa bunga selalu terlihat dari hasil goresannya. Hasilnya tak jauh berbeda dengan karya lain yang pelukisnya memiliki kondisi fisik lebih sempurna. Hasil Lukisannya ia kirim ke Asosiasi Pelukis Mulut dan Kaki International dan mendapatkan hasil dan lukisannya yang terjual.
Kini ia menetap di Jakarta. Dengan pernikahan sebelumnya dengan Supina, wanita asli jawa, ia memiliki dua anak berumur 12 dan 2 tahun. dan kini, ia ditemani istrinya Lia, wanita yang dinikahinya tahun 2007, yang dengan setia menemani hari-harinya. "jangan mudah putus asa, lihat saya, meskipun saya cacat, tapi saya tidak putus asa" ujar pria periang ini saat diwawancara salah satu stasiun televisi.

2. Agus Yusuf
Ejekan kerap diterima Agus Yusuf, warga Sidomulyo, Sawahan, Madiun, Jawa Timur pada masa lalu. Kini, semua ejekan itu sirna seiring prestasi yang diukir Agus. Betapa tidak, karyanya kini dipamerkan di Swiss. Agus yang ketika lahir sudah tidak normal tanpa lengan dan satu kaki kirinya cacat, sejak kecil belajar melukis dengan menggunakan mulut dan kaki di atas kanvas putih.
Agus Yusuf, 35, tidak pernah bermimpi bahwa ia akan menjadi bagian dari Asosiasi Seniman Lukisan Mulut dan Kaki. Ini adalah organisasi untuk mulut dan kaki lukisan dasar seniman di Swiss. Setiap bulan, ia mengirim tiga lukisan ke Swiss. Untuk satu lukisan Agus telah dibayar Rp6 juta (US $ 600). Jika salah satu lukisannya dipilih untuk tujuan komersial seperti untuk kartu pos dia akan dibayar lebih US $ 600. Sampai 2005 (setelah tujuh tahun), setidaknya 30 peaces lukisannya dipilih untuk tujuan komersial.

3. Salim Harama
Salim Harama berasal dari Pogung Lor, Sinduadi, Mlati, Sleman Yogyakarta. Tubuhnya memang tidak seperti orang normal lainnya. Namun, tekadnya cukup keras untuk menjadi pelukis, sehingga berbagai upaya pun terus dilakukan agar cita-citanya tersebut bisa tercapai. Mulai belajar melukis dengan kaki sejak tahun 1998, namun baru tahun 2004 ia benar-benar menggeluti seni lukis.
Awalnya memang tidak mudah, namun berkat upaya kerasnya, kini Salim bisa menghasilkan karya-karya lukis yang sangat indah. Semua karya lukisannya dikirim ke Swiss melalu Association of Mouth dan Foot Painting Artist atau AMFPA.

4. Faisal Rusdi
Faisal Rusdi menyandang celebral palsy (CP) sejak bayi. Karena keterbatasan itu, ia mengalami banyak diskriminasi. Namun Faisal tak pernah menyerah. Selain menjadi aktivis penyandang disabilitas, ia kini pelukis anggota Association of Mouth and Foot Painting Artists (AMFPA), organisasi internasional pelukis dengan kaki dan mulut.
Faisal Rusdi lahir di Bandung, 2 November 1974. Sejak kecil Faisal menderita celebral palsy. Karena keterbatasan itu, ia disekolahkan di Sekolah Luar Biasa D1 Yayasan Pembinaan Anak Cacat Bandung. Artinya, ia dikategorikan sebagai penyandang disabilitas tubuh dan mental. Pembedaan ini membuat Faisal merasa tersingkir. Pasalnya, siswa SLB D dipersiapkan masuk ke sekolah umum. Sedangkan siswa SLB D1 seperti Faisal hanya diberi keterampilan. Alasannya, penyandang disabilitas tubuh dan mental tidak bisa menangkap materi pelajaran.
Faisal kemudian mengasah kemampuan seninya di Sanggar Lukis Rangga Gempol, Bandung. Sanggar itu milik pelukis terkenal almarhum Barli. Namun, seperti halnya di YPAC, di sanggar ini juga Faisal mengalami diskriminasi. Dia dianggap tidak mampu mencerna materi kursus yang diberikan seperti peserta lain. Karena itu Faisal selalu belajar sendiri dalam satu ruangan. Dia merasa kembali dipinggirkan keadaan, tapi tidak berdaya. “Kenapa saya harus dibedakan dari yang lain? Kalau saya memang tidak bisa, ya sudah. Tapi paling nggak saya dikasih kesempatan yang sama dengan anak-anak lain,” katanya.
Setelah merasa biasa dan mampu melukis menggunakan mulut, pada tahun 2001 Faisal mendaftar menjadi anggota AMFPA. Dia mengirimkan beberapa lukisan ke AMFPA yang berpusat di Swiss. Jawaban permohonan tersebut baru terjawab tahun 2002. Faisal diterima menjadi student member AMFPA.

5. Sabar Subadri
Sabar Subadri, 32, boleh saja tak memiliki dua lengan. Ia cacat sejak lahir. Namun, keterbatasan itu tak membuatnya merasa menjadi orang yang berbeda dengan orang normal. Justru yang membuatnya berbeda adalah semangat dan pencapaiannya, yang bisa dikatakan berhasil melampaui pencapaian orang normal pada umumnya.
Sabar adalah salah satu dari sedikit pelukis cacat yang melukis menggunakan kaki. Yang membuatnya bangga, ia bisa masuk menjadi anggota Association of Mouth and Foot Painting Artists (AMFPA).
Saat duduk di bangku Kelas I SDN Kalicacing 2, Salatiga, bungsu dari tiga bersaudara itu pernah meraih juara pertama lomba lukis tingkat Kota Salatiga. Dan, sejak kelas V SD, ia pun memutuskan untuk menggeluti dunia lukis sebagai jalan hidupnya.
Kini, sudah ratusan lukisan yang ia buat dengan kakinya. Dan, sebagian dari lukisan tersebut telah dinikmati orang Kanada, Australia, Amerika Serikat, Korea serta sejumlah negara lain.

6. Patricia Saerang
Kekurangan fisik sama sekali bukan penghalang bagi para penyandang cacat mengasah ketrampilan mereka. Seniman lukis Patricia Saerang, misalnya. Melalui sederetan karya lukisannya, perempuan yang kedua tangannya cacat sejak lahir ini mampu menjadi pribadi istimewa dibanding dengan orang-orang dengan fisik normal. Patricia dan keempat rekannya yang tergabung dalam Asociation Mouth and Foot Painting Artists (AMFPA) akan menggelar pameran lukisan di gedung World Trade Center Jakarta, Jakarta Pusat, 18-28 Juni mendatang. Pameran lukisan bertajuk "Air, Fire, and Water" ini adalah bagian dari ajang festival kebudayaan Jakarta Art 2002. Demikian dikatakan Patricia di Jakarta, baru-baru ini.
Perempuan yang lahir 34 tahun silam ini mengatakan, sejak kecil dia sudah gemar menggambar. Saat itulah Patricia mulai terbiasa melukis dengan kedua kakinya. Baru pada 1988, dia mulai belajar melukis secara profesional. Kini, Patricia terbiasa melukis di atas kertas bambu atau sutra dengan media cat air. Untuk satu lukisan, Patricia dapat menghabiskan waktu 2-3 pekan. Objek yang dipilih sebagai sumber inspirasinya biasanya digali dari keindahan alam, terutama flora dan fauna.

7. Sayang Bangun
Pelukis asal Medan, Sayang Petrus Bangun telah menerobos pasar internasional. Sudah hampir 32 tahun ia menggeluti dunia seni lukis. Namun, yang membuat Sayang Petrus istimewa  adalah keterbatasan fisiknya yang mampu mengerjakan kesempurnaan sebuah lukisan.
Meskipun hanya menggunakan siku tangannya, hasil lukisan Sayang Bangun justru mampu memiliki nilai jual tinggi. “Semua lukisan saya harganya minimal  Rp10 juta rupiah”, ujar ayah tiga orang anak tersebut.
Setelah impiannya bergabung dengan AMFPA (Assosiation of Mouth and Foot Painting Artists) terwujud, ia mengaku masih memiliki impian yang sampai sekarang belum terwujud. Ia ingin memiliki sebuah geleri lukisan.
“Pak SBY pernah berkata kepada saya kalau dia mau membantu saya mendirikan galeri lukisan, tuturnya. Kala itu, di acara Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) yang digelar pada 19 Desember 2007 di Lapangan Merdeka Medan, SBY beserta rombongan hadir,” ujarnya.

8. Muhammad Asroel
Cacat fisik ternyata tak jadi halangan bagi Muhamad Asroel untuk berprofesi sebagai pelukis di Ubud, Bali, sejak 2005 silam. Pemuda asal Jember, Jawa Timur, ini tetap berkarya meski tak memiliki tangan dan hanya dikaruniai satu kaki. Asroel bahkan sanggup bertahan hidup dengan profesinya tersebut.
Sehari-hari, Asroel tinggal di kamar kosnya di Banjar Kedewatan, Ubud. Melukis adalah rutinitas yang dilakoni seorang diri. Asroel biasanya menjepit kuas lukis di antara jari kaki kanan. Satu lukisan beraliran surealis mampu dia selesaikan dalam waktu satu pekan.
Bakat melukis Asroel terlihat sejak kecil dan saat tamat sekolah menengah atas ia merantau ke Yogyakarta. Putra pasangan Asbi Kinoh dan Serani ini lalu bekerja sebagai pelukis jalanan. Setelah beberapa tahun di Yogyakarta, Asroel mengadu nasib ke Bali dan bertemu seorang turis Australia yang memberinya modal usaha lukis.
Kini, Asroel sanggup menghidupi seorang istri dan satu anak dari hasil lukisnya. Hasil karya Asroel dihargai berkisar Rp 1 juta hingga Rp 15 juta. Lukisan Asroel banyak diminati para kolektor seni asal Eropa.

9. Sadikin Pard
Mungkin masih banyak orang yang beranggapan bahwa kekurangan yang ada pada dirinya merupakan suatu kelemahan dan penghambat dalam beraktivitas. namun semua itu saalah besar. karena keunggulan fisik yang dimiliki bukan menjadi jaminan orang tersebut akan sukses. banyak orang yang memiliki kelebihan fisik, justru kehidupannya sangat suram. namun, tidak sedikit orang yang memiliki keterbatasan fisik justru dapat menjadi orang besar.
yang paling penting bukanlah fisik yang kita miliki, tapi semangat hidup dan kerja keras yang dapat mengubah kehidupan kita untuk menjadi lebih baik. sehingga apa yang ada dalam fikiran kita dapat kita kembangkan lagi dan berani tampil beda.
masih ingatkah anda kisah seorang pelukis sukses “Sadikin Pard/ Sadikin Soepardi”? beliau adalah salah seorang pelukis yang tanpa memiliki kedua lengan. sangat tidak mungkin memang, melukis tanpa menggunakan lengan, tapi itu yang terjadi pada Pak Sadikin, Lelaki berusia 44 tahun asal Kota Malang tersebut mampu membuktikan bahwa kekurangan bukanlah alasan untuk berkarya. justru dari kekurangan itulah dapat menjadi suatu keunggulan dan mampu menciptakan suatu karya luar biasa. sehingga dapat menjadi kebanggaan bagi dirinya sendiri, keluarga, sanak saudara, daerah asal, bahkan bagi bangsanya.
jadi, ubahlah kekurangan dalam diri kita menjadi suatu keunggulan. tunjukkan bahwa kekurangan bukanlah kendala untuk memperbaiki kehidupan menjadi lebih baik.


10. Trimah
Trimah, Membatik dengan kaki, terlahir dengan organ tubuh yang tak sempurna, tak membuat Trimah (22) putus asa. Ia justru bisa mengembangkan potensi dirinya sehingga mampu hidup mandiri dan mengaktualisasikan ide - ide segarnya lewat torehan demi torehan hingga menjadi motif batik di atas sehelai kain yang bisa ia jual hingga Rp 500 ribu.
Rutinitas itu mulai dijalani oleh dara yang kedua lengannya tak tumbuh normal ini, sejak tahun 2010 silam. Selain kedua lengannya, ia juga mengalami kendala saat berbicara dengan intonasi yang kurang jelas. Meski begitu, Trimah yakin benar bahwa kondisinya ini merupakan pilihan terbaik yang diberikan kepadanya.
Gerakan kakinya lincah saat mengambil canting yang ia jepit diantara jari - jari kaki kanannya. Sedangkan kaki kirinya ia gunakan untuk menahan kanvas yang tak jarang bergeser posisinya.
Remaja asal Magelang ini, tak mau menyerah pada keadaan. Ia juga tak mau dikasihani dan dibedakan hanya karena kondisinya itu. Hal ini ia buktikan bahkan sejak memasuki usia sekolah dasar. "Dari SD hingga SMA saya tidak masuk ke sekolah luar biasa, tapi saya memilih belajar di sekolah umum," jelasnya.


source:
http://sosbud.kompasiana.com/
http://forum.upi.edu/
http://diffaonline.com/
http://liferuminating.blogspot.com/
http://www.solopos.com/
http://sabarsubadri.wordpress.com/
http://siswowidodo.wordpress.com/
http://id.berita.yahoo.com/
http://www.slbk-batam.org/
http://madiuncool.blogspot.com/
http://world-spy.blogspot.com/
http://news.liputan6.com/
http://www.waspada.co.id/
http://www.tribunnews.com/
bilmana terdapat keslahan dalam artikel di atas, mohon diralat, terima kasih

Baca Selengkapnya ....

10 Undergound Waterfalls in Indonesia

Posted by Unknown Jumat, 15 Maret 2013 0 komentar
1. Seropan Cave Waterfall, Yogyakarta
Seropan cave is located in the village Semuluh, District Semanu, Gunungkidul district, Yogyakarta, and has a length of 888 meters.
Privileged Seropan cave you'll get from outside the cave to cave into the stomach. Starting from outside the cave you will be pampered with limestone cliffs that can be conquered, you can find this digua 13 climbing lines with different levels of varying difficulty, climbing out the cave Seropan suitable for those of you who are just learning rock climbing and still a beginner, so there is no harm if you try it. Where you'll find a 7-meter high waterfall.

2. Buniayu Cave Waterfall, Sukabumi
Goa Buni Ayu was originally known as Goa Cipicung, it is caused because of the location of the cave is located in the village Cipicung. However, some of his more familiar cave crawler as Goa Demon. However, since under management Perhutanioffice began on 26 February 1992 the name was changed to Wana goa Tourism Goa Buniayu.
Goa Buni Ayu is a natural cave that is still in its natural you will find stalactite, stalagmite, flow stone, coloumn, drapery, gourdam, canopy or other cave ornaments. There are also animals that have undergone changes in function due to environmental influences cave senses such as spiders, crickets, fish, snakes, bats (megachiroptra), lizards, shrimp, swiftlets (Collocalia) as well as a variety of other animals.
You will also find underground rivers, waterfalls, caves and lakes in the area + 1 hectare.

3. Petruk Cave Waterfall, Kebumen
Petruk cave is one tourist attraction in Kebumen. Obwis (objects and Logending Beach, which is located in the hamlet Mandayana Candirenggo sub Desa father, Kebumen district, or about 4.5 miles from Jatijajar heading south. Due strange shapes of stalactites and stalagmites, the names sounded strange, spooky, or funny, for example: layon stone (similar bodies), white crocodile (crocodile-like), or stone helicopters, and others. fact there are stalactites hanging on the cave floor were low flat like breasts. on the caves also seen a number of spring and a small waterfall.

4. Pule Jajar Cave Waterfall, Yogyakarta
Pule Jajar cave is one cave that has an underground river systems and waterfalls as high as approximately 5 m. Administratively cave in the village of Pule Jajar Jepitu, District Girisubo, Gunungkidul district, Yogyakarta Special Province. This location can be reached from yogyakarta Wediombo heading to the beach, the mountain South.

5. Ngerong Cave Waterfall, Tuban
Ngerong cave is located in the Village District Rengel Tuban.Gua district Rengel is a natural tourist sites Tuban, albeit limited around the mouth of the cave. Ngerong cave has an underground river water flow is very large so as to enable the irrigation in rice fields around.
Ngerong cave has approximately 1800 meters long hallway. High water in the cave varies from 0.5 to 3 meters in the dry season, while in the rainy season can reach 3 meters. The mouth of a large cave with a width and height of 4-8 and 2-7 m. In the cave discovered waterfall is 5 meters called "Grojokan Sewu". Cave hallway ends at a small lake where springs discharge.

6. Cerme Cave Waterfall, Yogyakarta
Cermai cave in the village Srunggo, Selopamiro, Imogiri, Bantul, Yogyakarta, with a 20 km towards south from the city center, this cave is located in the highlands, while en route to the cave you will also see the natural beauty with a landscape view of the city of Yogyakarta of altitude. That is the main attraction in this cave is a small waterfall inside the cave, seldom has a unique cave like this.

7. Jatijajar Cave Waterfall, Kebumen
Jatijajar Cave, a tourist spot into a tourist icon in Kebumen. This cave runs along + / -250 meters with an average width of 25 meters with a height of 15 meters, making it easier for visitors to enter.
Hundreds of meters long cave hallway decorated with rows of gurdam and waterfalls. The hallway cave below was prepared Jatijajar cave into a tourist attraction of special interest. To enter the spring in the cave Jatijajar sacred and serve as pilgrimage places.

8. Lueng Jaran Cave Waterfall, Pacitan
Lueng Jaran Cave located in Mount Sewu, Pacitan, East Java. They say the cave is very long and stratified, but it is also promising cave spectacular scenery for those sports lovers caves.
An expedition ever undertaken by the Australia-England successfully mapped cave with a length of 20 km. These results differ slightly from the mapping ever undertaken cave crawler from Gajah Mada University (Mapagama) which shows that the cave has a length of 21 km. The difference in mileage is certainly indicate that, indeed sport caves often face many obstacles were quite hard. "The sport caves does require special skills.

9. Liang Puruk Cave Waterfall, Central Borneo
Liang Puruk a vertical cave with cave mouth lies in a debris basin (collapse doline) with two small streams into the cave that form a waterfall. The hallway cave about 355 m in length with various types hallway. Hallways bersubstrat fossil soil and guano from bats and swiftlets. Active hallway is a long corridor with several waterfalls altitude of about 5 feet at the mouth of the cave and about 10 meters inside the cave. River igneous basement bersubtrat because limestone rock located above freezing. Well-developed cave ornaments such as canopies, mikrogordam, rock flow (Flowstone), stalactite and stalagmite. Some of the incoming water (inlet) which comes from the fracture gap forming pools of water inhabited by any kind of unique aquatic fauna. The hallway ended in a hallway with a low roof. But allegedly the river continues to Liang hajuq. Altitude: 350 m asl. Length: 354.7 m (mapped),> 400 m (observed). Type: vertical, active hallway. (June, 2003, Cahyo Rahmadi and YR Suhardjono, Bogoriense Zoologicum Museum Zoology Division, Research Center for Biology LIPI Cibinong, Bogor)

10. Liang Hajuq Cave Waterfall, Central Borneo
Liang hajuq nearly 2km in length. While the corridor is mapped only 1.5 km. But the cave is still expected to be longer than expected. Liang hajuq has a large cave mouth, in front of a huge block of stone there. The halls were big and wide, but once laced the lower aisle and found an underground river. This river is a continuation of the river in Liang Puruk. River with a width of about 4 m and a depth of about 0.5 m has a pretty swift current. In some places found around the waterfall with a height varies from 4 m to 7 m. Liang hajuq is inhabited cave swiftlets and produced several kilograms of bird nests. The cave is also guarded by two people who live in front of the mouth of the cave. In some hallways populated swiftlets are also covered by a wooden fence to protect the cave from the spoil people who are not responsible.


source:
http://www.platjogja.com/
http://bisnis-jabar.com/
http://dimz-niceboy.blogspot.com/
http://www.beritajatim.com/
http://biotagua.org/
http://wisata.kompasiana.com/
http://theamazingdreams.com/
http://yogyakarta.panduanwisata.com/
http://jawatimuran.wordpress.com/

Baca Selengkapnya ....

7 glowing mushrooms that found in Indonesia

Posted by Unknown 0 komentar
 1. Gunung Halimun-salak National Park, East Java
One of the icons for the garden this national flora fungus that can be sparkling lights in the dark, or more commonly called mushrooms glow in the dark. In the evening menggulita around the research station Cikaniki Mist Mountain Salak National Park we can find a set of mushroom of glittering in the darkness, to see the growth of this fungus, certainly needed rangers / guide of the national parks in addition to the safety factor and of course to show the procedures and habitats where the fungus grows into remembering to be able to see these mushrooms amid the darkness of the night only.
A collection of the fungus fluoresces green like a firefly in the night it looks so beautiful that would provide an exciting experience for any visitors staying overnight in the park. Located 150-200 meters from GHSNP Research Station, Cikaniki.

2. Gunung Rinjani National Park, Lombok
Glowing mushrooms found when hiking at night through the forest that covers the slopes of Mount Rinjani in Lombok island Indonesia, which mycel luminescent fungi provide enough light to replace empty batteries in a flashlight. Mold is documented for 2 minutes to capture the green luminescence before dying flashlight is used to illuminate the forest land. Freddy Frischknecht work on the invasion of Plasmodium at the Institut Pasteur in Paris.

3. Mount Meja, Manokwari
This fungus is photographed on Mount Table of Manokwari. This area is still covered by tropical rainforest. Manokwari is the capital of West Papua province in the Republic of Indonesia. Tropical rain forests of Table Mountain should not only be regarded as the lungs of the city but, with other rainforest on all continents, as well as the lungs for the whole world. It absorbs a lot of CO2 that exudes urban population every day.
Travelers or readers who have read some of my stories on the internet like to contact me to take them to Table Mountain for a variety of eco-tourism activities such as bird and bat watching, cave exploration, orchids - observation and mushrooms - flowers.

4. Gunung Palung National Park, West Borneo
Fungus turns found in Trench Mountain National Park, West Kalimanta, Indonesia. Trench Mountain National Park is a nature conservation area which has the biodiversity of high value, and various types of ecosystems such as mangrove forests, swamp forests, peat swamp, freshwater swamp forests, tropical pamah forest, and the forest covered mountains that always fog .
Lokasil nasionapeta Park is the only tropical forest Dipterocarpus the best and widest in Borneo. Approximately 65 percent of the region is still a primary forests undisturbed by human activity and has many plant communities and wildlife.

5. Gunung Leuser National Park, Aceh
Mount Leuser National Park is one commonly abbreviated TNGL the Nature Conservation Area in Indonesia covering an area of ​​1,094,692 hectares which are located in two administrative province of Aceh and North Sumatra. Aceh Province terdeliniasi TNGL include Southwest Aceh district, South Aceh, Aceh Singkil, Southeast Aceh, Gayo Lues, Aceh Tamiang, while North Sumatra Province terdeliniasi TNGL include Dairi, Karo and Langkat.
This national park takes its name from the towering Mount Leuser with a height of 3404 meters above sea level in Aceh. This national park includes native ecosystems from the coast to high mountains covered by dense typical tropical rain forests, managed by the zoning system is utilized for the purpose of research, science, education, support aquaculture, tourism and recreation. In the interior of the woods mushrooms can be found on.

6. Gunung Kerinci National Park, Sumatra
Found in Kerinci Seblat National Park which is the largest national park in Sumatra, Indonesia, which has an area of 13.750 km ² and stretches to the four provinces of West Sumatra, Jambi, Bengkulu and South Sumatra. This national park is located at between 100 ° 31'18 "E - 102 ° 44'01" E and 1 ° 07'13 "S - 1 ° 26'14" S.
This national park consists of Bukit Barisan Mountains that has the highest land areas of Sumatra, Mount Kerinci (3805 m).

7. Tanjung Puting National Park, Central Borneo
Found in Tanjung Puting, Central Kalimantan, Indonesia. As you walk through the rainforest you often see orangutans at Camp Leakey and you sometimes see gibbons and many butterflies and birds. At a feeding station you'll get a good chance to see these amazing primates up close. You may also take a night safari to see tarsiers, glowing mushrooms, fireflies and perhaps owls.


source: (translate from)
http://mediaranahjaya.blogspot.com/

Baca Selengkapnya ....

10 Mobil terlangka di dunia

Posted by Unknown Kamis, 14 Maret 2013 0 komentar
Mobil-mobil supercar berikut ini hanya ada satu-satunya di dunia, beberapa karena dipesan khusus oleh para pelanggan nya, ada yang dibuat khusus untuk pembuatan Film dan lain-lain. Selain desain konsep mobil supercar futuristik, mobil-mobil ini memiliki kecepatan dan akselerasi yang sanggat tinggi. Hal ini menjadikan mobil-mobil ini menjadi sangat langka dan masuk ke dalam jajaran mobil-mobil termahal di dunia.

1. Ferrari P540 Superfast Aperta
Top Speed: 205 mph
Unit Produksi: 1 unit
harga: $882.000
Mobil yang memiliki kapasitas mesin 6000cc juga sering disebut sebagai "The Golden Ferrari" di buat untuk film "Toby Damnit", mobil ini merupakan mobil kedua dalam program proyek khusus Ferrari dimana hanya di buat 1 buah.


2. Bugatti Grand Sport Soleil de Nuit
Top Speed: 200 mph
Unit Produksi: 1 unit
harga: $2.270.000
Mobil ini dipamerkan pada acara Auto Show di Dubai. Mobil ini hanya satu-satunya di dunia yang ditujukan untuk millioner di Timur Tengah dan di bandrol seharga $2.270.000.


3. Lotec C1000
Top Speed: 268 mph
Unit Produksi: 1 unit
harga: $2.200.000
Mobil asal pabrikan Jerman ini hanya dibuat 1 unit, dan dibandrol seharga $3.400.000. Lagi-lagi mobil khusus yang dibuat untuk milioner Uni Emirat Arab. Lotec C1000 selesai dibuat pada tahun 1995 dilengkapi dengan mesin 5.6L Mercedes-Benz V8 dengan dua Turbocharger.


4. Keating TKR
Top Speed: 260 mph
Unit Produksi: 1 unit
harga: $640.000
Mobil supercar pabrikan Inggris yang berbasis di Manchester ini memiliki top speed 260 mil per jam, mobil yang hanya ada 1 di dunia ini dilengkapi dengan mesin twin turbo-charged 7.0L V8. 


5. Bentley Hunaudieres
Top Speed: 220 mph
Unit Produksi: 1 unit
harga: $2.350.000
Mobil ini pertama kali dipamerkan pada tahun 1999 di Jenewa, memiliki mesin Volkswagen W16 berkapasitas 8 liter. Mobil ini pernah muncul dalam game TOCA World Touring Cars.


6. Ford GT90
Top Speed: 235 mph
Unit Produksi: 1 unit
harga: $2.350.000
Mobil ini dibuat pada tahun 1995 oleh Ford Motor Company, memiliki kecepatan maksimal 235 mph dan dilengkapi dengan mesin quad-turbocharged V12 engine DOHC.


7. Maybach Exelero
Top Speed: 218 mph
Unit Produksi: 1 unit
harga: $8.000.000
Maybach Exelero merupakan mobil supercar unik dengan performa tinggi karena dilengkapi dengan mesin twin turbo V12 engine, mobil ini di buat atas permintaan produsen ban, Fulda. Fulda menggunakan mobil ini sebagai kendaraan referensi untuk menguji generasi baru ban lebar. Mobil yang kini dimiliki oleh Arnaud Massartic ini pernah muncul video musik "Lost One" milik Jay-Z.


8. Jaguar XJ13
Top Speed: 170 mph
Unit Produksi: 1 unit
harga: $8.820.000
Mobil yang di produksi tahun 1966 ini dilengkapi dengan mesin 5.0 L DOHC V12. Awal dibuat mobil ini untuk balap, tetapi justru dijual seharga $7.000.000. Namun kini kabarnya mobil itu seharga $8.820.000.


9. Ferrari P4/5
Top Speed: 233 mph
Unit Produksi: 1 unit
harga: $4.000.000
Mobil yang dibuat oleh Produsen mobil sport asal Italia ini memiliki kecepatan maksimal hingga 233 mph. Mobil ini didesain ulang oleh Pininfarina untuk James Glickenhaus. Ferrari P4/5 memiliki mesin yang sama dengan Ferrari Enzo yakni 65° Dino F140 V12, yang berkapasitas silinder 5998 cc.


10. McLaren X-1
Top Speed: 230 mph
Unit Produksi: 1 unit
harga: $7.000.000
Mobil yang dibuat oleh produsen asal Inggris ini yaitu McLaren X-1 sempat dipamerkan pata tahun 2012 di acara "The 2012 Pebble Beach Concours d'Elegance". Mobil ini dibuat khusus untuk pelanggan setia MCLaren yang telah mengkoleksi banyak mobbil-mobil McLaren seperti McLaren F1, Mercedes-Benz SLR McLaren, dan McLaren MP4-12C.


source:
bilamana terdapat kesalahan dalam artikel ini, mohon diralat, terima kasih.

Baca Selengkapnya ....

5 Film Indonesia dengan artis kembar

Posted by Unknown Sabtu, 09 Maret 2013 0 komentar
1. Summer Breeze (2008)
Artis kembar: Mischa dan Marcel Chandrawinata, Ares Nakula dan Orion Sadewa
Film bergenre drama romantis ini diadaptasi dari novel chicklit karya Orizuka, seorang penulis yang sempat kuliah di UGM Yogyakarta. Novel yang berjudul Summer Breeze tersebut cukup meledak saat diluncurkan. Diilhami kesuksesan tersebut, Credo Pictures dan Starvision Pictures mengangkatnya dalam film layar lebar dibintangi si kembar Mischa dan Marcel Chandrawinata.
Film yang digarap sutradara Allan Lunardi ini berkisah tentang cinta segitiga. Mereka adalah Reina (Chelsea Olivia) dan si kembar Ares dan Orion (Mischa dan Marcel Chandrawinata) yang bersahabat sejak kecil. Si kembar sangat menyayangi Reina, begitu pun sebaliknya. Reina kerap kali jadi penengah di antara si kembar. Sampai suatu hari Reina harus pergi ke Amerika Serikat karena mengikuti tugas ayahnya.


2. Bila si kembar bercinta (1977)
Artis kembar: Alex & Yacob (Kembar Group)
Kisah percintaan dua pemuda kembar. Mereka adalah Arwin dan Irwan, dua anak kembar yang ingin hidup berpisah demi karir masing-masing. Di tengah mereka hadir seorang gadis cantik, Maya. Ternyata Maya tidak memilih salah satu dari mereka, tetapi bermain cinta rangkap, mencintai kedua pemuda kembar itu. Dari hubungan mereka yang kelewat batas, Maya hamil. Persoalannya kemudian siapakah salah satu yang harus bertanggung jawab atas kehamilan Maya? Sulit untuk dikompromikan. Tetapi toh salah satu harus tetap menikahi Maya. Kebahagiaan pun tiba dengan hadirnya sang anak. Namun kebahagiaan itu segera berakhir dengan meninggalnya suami Maya, Arwin. Dalam suasana duka sang anak pun tanpa sengaja memanggil "papa" kepada Irwan.
Alex & Yacob sebagai pasangan kembar langsung saja menyita perhatian publik dan menjadi idola di mana-mana. Kolaborasi Hengky Firmansyah dalam menggarap musik album keduanya bertajuk Pusara Cinta ciptaan Rahmat Kartolo, kembali melambungkan nama Kembar Group di percaturan musik indonesia. Makin lengkaplah kecintaan orang terhadap mereka.
Album demi album dihasilkan perusahaan rekaman Yukawi maupun Remaco, sebut saja Iri dan Dengki, Dina, Hitam Manis, Pipip Pipip..Yeah Yeah, Lamunanku, dan banyak lagi lagu lainnya. Nama besar mereka rupanya memberikan pengaruh besar di dunia sinema, maka muncullah film Bila Si Kembar Bercinta (1977) yang dibintanginya bersama Joice Erna yang kelak menjadi isteri dari Yacob. Sukses di dunia film dan musik akhirnya merambah sebagai bintang iklan produk baju terkenal. Mereka bisa disejajarkan dengan sejumlah boyband masa kini, semisal Boyzone, Westlife dan F-4 dari Taiwan.


3. Kisah anak-anak adam (1988)
Artis kembar: Dewanti Bauty & Dewinta Bauty


Adam dan Hawa yang diusir dari surga, dikaruniai anak-anak kembar: Qabil (Alfian) dan Iqlima (Dewanty Bauty), Habil (Hengky Tornando) dan Labudza (Dewinta Bauty). Dengan petunjuk Allah, Adam menjodohkan anak-anaknya secara silang. Qabil menolak karena ia menginginkan Iqlima yang lebih cantik. Maka Qabil dan Habil diminta untuk memberikan korban. Siapa yang kurbannya diterima, ia berhak menentukan pilihannya. Kurban Habil diterima karena ia mempersembahkan yang terbaik. Qabil tetap ingkar janji, dan atas bujukan setan ia membunuh Habil, lalu melarikan Iqlima dan beranak-cucu, sampai turunannya itu tenggelam oleh banjir pada zaman Nabi Nuh AS.


4. Quickie Express (2007)
Artis kembar: Icha Nurbani dan Ichi Nuraini
Quickie Express adalah sebuah film Indonesia yang ditayangkan pertama kali pada tanggal 22 November 2007 yang dibintangi Tora Sudiro, Amink, Lukman Sardi dan disutradarai Dimas Djayadiningrat. Sebuah film komedi dewasa yang menceritakan tentang tiga orang pemuda bernama Jojo (Tora Sudiro), Marley (Amink), dan Piktor (Lukman Sardi) yang berprofesi sebagai seorang gigolo.
Film ini juga memperkenalkan aktris pendatang baru Sandra Dewi. Juga melibatkan aktor dan aktris kawakan lainnya seperti Rudy Wowor, Tio Pakusadewo, Ira Maya Sopha, Ria Irawan, Tino Saroenggalo, serta pemeran pembantu lainnya seperti Melissa Karim, Reuben Elishama dan Imelda Therinne, dan model kembar yaitu Icha Nurbani dan Ichi Nuraini.


5. The Tarix Jabrix 2 (2009)
Artis kembar: Winda Agustina Putri dan Windi Agustini Putri.
The Tarix Jabrix 2 merupakan film Indonesia yang dirilis pada 2 Juli 2009 yang disutradarai oleh Iqbal Rais. Film ini dibintangi antara lain oleh The Changcuters, Joanna Alexandra, Judika, Ramon Y. Tungka, dan Cecep Reza.
GENK The TARIX JABRIX telah menyelesaikan SMA. Mereka nyaris dipisahkan oleh Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN). Cacing mengusulkan agar The TARIX JABRIX hijrah dan kuliah bersama di Jakarta, dan mereka pun sepakat, minus Dadang yang harus tetap di Bandung membantu ayahnya, Pak Rohim (Sellen Fernandez) di bengkel SUGEMA yang baru pindahan.
Awalnya The TARIX JABRIX begitu menggebu-gebu untuk menikmati sensasi kuliah di Jakarta, kota metropolitan, namun kondisi Ibu Kota yang hiruk pikuk, panas, macet dan penuh polusi membuat The TARIX JABRIX bĂȘte. Lewat ide Cacing, mereka menjual motor dan membeli mobil.
Motor pun ditinggalkan, dan saat Cacing dkk menggunakan mobil ke kampus, rasa percaya diri mereka sedikit terangkat. Ciko dan Coki pun kini punya kecengan, kembar pula (Winda Agustini Putri dan Winda Agustina Putri). Sedangkan Cacing yang kemarin-kemarin dirudung kesedihan karena Callista (Carissa Puteri) kuliah di London, bertemu dan terpincut pesona Milinka (Joanna Alexandra).




BONUS
Video klip Indonesia yang menggunakan model kembar
Bidadari di kesunyian, Ahmad Band

Salah satu video klip dengan Finalis GADIS Sampul sebagai modelnya. Kakak beradik Callista Argentina dan Fiore Crislia yang merupakan Pemenang 2 dan Finalis GADIS Sampul 1997 membintangi video klip Bidadari Kesunyian milik Ahmad Band.


source:

Baca Selengkapnya ....

10 Taman bunga yang indah nan eksotis di Indonesia

Posted by Unknown Rabu, 06 Maret 2013 0 komentar

1. Taman Bunga Nusantara, Cianjur
Taman Bunga Nusantara adalah sebuah taman bunga seluas 23 hektare yang terletak dekat Gunung Gede Pangrango dan Kebun Teh Bogor dengan jarak tempuh sekitar 2 jam perjalanan dari Jakarta. Di taman ini disimpan berbagai tipe bunga dan tanaman, dalam hal ini terutama budi daya anggrek. Diperkirakan ada sekitar 2000 jenis anggrek yang dirawat di tempat ini.
Di tempat ini terdapat juga fasilitas hiburan untuk anak-anak berupa minicar, restaurant dan juga permainan ketangkasan.
Taman Bunga Nusantara diresmikan oleh Tien Soeharto pada 10 September 1995.


2. Orchid Gardens, Bali
Bali Orchid Garden adalah salah satu tempat terbaik untuk melihat keindahan taman bunga di sebelah timur Bali, taman terletak di dekat dengan Sanur, Bali. Taman tropis yang menyediakan lingkungan yang damai, santai di mana bunga anggrek indah mekar sepanjang tahun. Kebun raya ini terbuka untuk wisatawan individu, kelompok tur dan fungsi pribadi. Dalam hal ini surga taman tropis ini ditumbuhi banyak tanaman tropis yang berbeda dari Cordylines, Bromeliads, Heliconia, Aroids, tanaman Pitcher (nepenthes) dan banyak, banyak lagi dari Indonesia dan luar negeri.

 
3. Taman Bunga Sakura, Kebun Raya Cibodas
Tak perlu jauh-jauh pergi ke Jepang untuk menikmati keindahan Sakura. Di Kebun Raya Cibodas, kita bisa melihat pohon Sakura yang sudah ditanam sejak tahun 1953 yang akan berbunga pada sekitar bulan Januari-Februari atau Februari-Maret. Di Kebun Raya Cibodas telah ditanam ratusan pohon Sakura dengan 7 jenis tanaman Sakura yaitu Prunus cerasoides, Prunus yedoensis, Prunus yamasakura, Prunus lannesiana, Prunus sp., Prunus arborea, dan Prunus costata. Sekarang kita bisa menikmati `hanami`(tradisi melihat bunga) tanpa harus pergi ke Jepang dengan melihat mekarnya bunga Sakura di Cibodas.

 
4. Kota Bunga Tomohon, Sulawesi Utara
Dikenal sebagai Kota Bunga, Tomohon adalah  bukit resor belokasi 22 km di timur ibu kota provinsi Sulawesi Utara yaitu Manado. Tomohon terdiri dari 35 desa di 5 sub distrik yaitu Barat, Timur, Tengah, Selatan dan Utara Tomohon. Di sepanjang jalan Tomohon baik sisi kanan mau pun kiri terdapat rumah makan dan penginapan. Pemandangan di sini didominasi oleh pohon kelapa.
Kondisi tanah yang subur dan udara yang sejuk membuatnya cocok untuk membudidayakan berbagai jenis bunga dan sayuran. Kota ini dikenal sebagai penghasil bunga. Saat musim berbunga tiba maka di sinilah tempat bunga-bunga indah bermekaran bahkan taman di rumah penduduk lokal dapat turut Anda nikmati.
Festival bunga tahunan Tomohon di selenggarakan bulan Juni dan Juli. Selama perhelatan ini Anda bisa melihat parade bunga di jalanan kota. Perlombaan bunga hias juga diselenggarakan selama festival ini dengan peserta yang berasal dari 94 kota.

 
5. Taman Bunga Selecta, Malang
Apa rasanya liburan ke taman yang dipenuhi bunga warna-warni. Selecta, Batu, Malang menawarkan kecantikan taman bunga yang sangat menggoda. Yuk liburan bertabur bunga di Taman Selecta!
Dulunya, Kota Malang dijadikan tempat peristirahatan para bangsawan Belanda. Udaranya yang sejuk dan panoramanya yang indah menjadi pilihan utama mengapa kota ini jadi tempat para bangsawan. Salah satu destinasi wisata yang sudah dibangun pada masa Belanda adalah Taman Wisata Selecta.
Bukan sekadar taman wisata biasa, ini adalah taman bunga nan cantik yang berpadu dengan water park sederhana. Letaknya yang berada di 1.200 mdpl membuat bunga-bunga di sini tumbuh dengan sehat dan segar. Diperlukan sekitar 1 jam dari Malang untuk sampai ke Kota Batu.

 
6. Kebun Bunga Sidomulyo, Malang
Jawa Timur punya beberapa wisata agro yang menarik untuk dikunjungi. Jika Anda ingin liburan yang romantis, coba saja datang ke Sidomulyo, Batu. Desa ini punya kebun dengan bunga yang berwarna-warni.
Berada pada ketinggian 1.100 mdpl membuat Desa Sidomulyo, Batu, Jawa Timur sangat cocok untuk perkebunan bunga. Selain karena alamnya yang indah, wisata di kebun bunga ini juga tak kalah menarik. Jika Anda mencari destinasi yang romantis, coba saja datang ke perkebunan ini.
Desa Sidomulyo sudah lama terkenal sebagai tempat budi daya bunga terbesar di Jawa Timur. Letaknya cukup strategis, sekitar 8 km dari pusat Kota Batu. Aksesnya juga mudah, semua kendaraan bermotor bisa dijadikan pilihan untuk sampai ke perkebunan ini.

 
7. Taman Bukit Bougenville, Singkawang
Saat liburan ke Singkawang, Kalimantan Barat, jangan lupa pergi ke Taman Bukit Bogenville. Di sana, Anda bisa menikmati kecantikan bunga aneka warna dan udara yang sejuk. Cocok dijadikan tempat rekreasi.
Taman Bougenville terletak di Desa Sijangkung, 6 km dari Kota Singkawang. Tepatnya di kaki bukit Gunung Pasi. Kawasan wisata ini terasa begitu asri karena dikelilingi oleh hutan dan perkebunan.
Sesuai dengan namanya, Taman Bukit Bougenville didominasi oleh bunga bougenville (Bougenvillea spectabilis) beraneka warna. Bougenville, atau yang biasa disebut dengan nama bunga kertas, adalah koleksi utaman Taman Bukit Bougenville. Tak tanggung-tanggung, aneka bougenville yang ditanam berasal dari dalam dan luar negeri. Terhitung ada sekitar 46 spesies bunga bougenville di taman ini.

 
8. Taman Bunga Cihideung, Bandung
Taman Bunga Cihideung lokasinya berada 4,7 km dari tikungan jalan Setiabudi-Sersan Bajuri tadi dengan ketinggian sekira 1.100 meter di atas permukaan laut, daerah Cihideung Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung. Dengan luas lahan sekita 50 hektar, desa wisata bunga cihideung merupakan kebun bunga raksasa. Pekarangan rumah-rumah penduduk nyaris tak ada yang ”menganggur”, selalu ada polybag-polybag berisi tanaman hias. Sekira 80% dari penduduk desa ini memang berprofesi sebagai petani bunga, baik bunga potong maupun bunga tanaman hias. Namun sebagian besar menanam tanaman hias yang dipasarkan di seantero negeri, terutama untuk kota besar terdekatnya seperti Bandung dan Jakarta.

 
9. Taman Bunga Dataran Tinggi Dieng
Dataran tinggi dieng ternyata bukan hanya ada kawah, candi, gua, dan air panas. Tetapi ada juga suatu sabana yang dipenuhi dengan bunga cantik berwarna warni disepanjang hamparan sabananya.
Puncak gunung prau disanalah sabana itu berada. Tidak banyak yg mendaki gunung prau ini atau mungkin kalah populer oleh gunung-gunung di jawa tengah lainnya. Karena rasa penasaran saya yang besar apalagi setelah mendengar bahwa dipuncak gunung prau terhampar sabana sepanjang mata memandang dengan pemandangan puncak-puncak gunung dijawa tengah lainnya.

 
10. Kebun Raya Eka Karya Bedugul, Bali
Mengunjungi Bedugul tidak lengkap kalau tidak singgah ke Kebun Raya Eka Karya (Botanical Garden), hanya terletak sekitar 2 km dari objek wisata danau Beratan. Lebih terkenal dengan nama kebun Raya Bedugul ini, lokasi di desa Candi Kuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, berbatasan dengan wilayah Kabupaten Buleleng. Sekitar 63 km dari bandara ngurah Rai atau sekitar 1.5 jam perjalanan dengan kendaraan motor atau mobil. Terletak di dataran tinggi sekitar 1.300 di atas permukaan laut, membuat cuaca di sini sangat dingin dan cenderung berkabut, walaupun pada siang hari tempat ini selalu sejuk, sehingga tanaman-tanaman tropis bisa tumbuh dengan bagus di kawasan ini.
Yang membuat wisatawan yang liburan ke Bali tertarik untuk berkunjung ke Kebun Raya Bedugul, keindahan alam pegunungan dan taman yang tertata rapi, indah dan asri. Dengan luas 157 hektar, wisatawan bisa menikmati dengan puas taman dan hutan tropis dengan koleksi sampai 16.00 tanaman, bersenda gurau, berpetualang dan menikmati keindahan hutan yang sesungguhnya, begitu juga berbagai taman bunga yang sudah dibagi sesuai dengan jalur-jalurnya, seperti deretan pohon cemara, tanaman anggrek dan kaktus, tanaman tradisional khas bali yang sering digunakan sebagai obat dan bumbu masak, berbagai jenis paku-pakuan yang semua tumbuh subur dan terpelihara di sini, dan juga bisa ditemui jalur burung yang bisa melihat berbagai burung yang hidup dilingkungannya.


source:
bilamana terdapat kesalahan dalam artikel di atas mohon diralat, terima kasih.

Baca Selengkapnya ....
Trik SEO Terbaru support Online Shop Baju Wanita - Original design by Bamz | Copyright of My Indonesia.