7 Fakta Unik Tentang Pusar

Posted by Unknown Senin, 21 Januari 2013 0 komentar
Udel atau pusar yang berada di perut merupakan anggota tubuh yang mungkin tidak terlalu banyak mendapat perhatian. Tapi ada fakta-fakta menarik mengenai si udel.

Pusar adalah lubang tertutup yang terjadi ketika tali pusat bayi yang baru dilahirkan dipotong, tali pusat ini merupakan tempat penyaluran nutrisi dan penghubung antara ibu dengan janin yang dikandungnya.

Kulit pusar merupakan bagian yang cukup sensitif sehingga kebersihannya harus dijaga dengan baik agar tidak menjadi tempat tumbuh kembang bakteri yang merugikan.

Jiri Hulcr dan rekan dari Raleigh, N.C menuturkan meskipun pusar bukan tempat yang biasa dilakukan penelitian. Tapi ada banyak hal yang bisa diketahui dari organ tubuh kecil ini
Ini dia fakta menarik itu :

1. Pusar atau udel pada perut merupakan salah satu bagian yang dilindungi sehingga ia menjadi tempat yang aman bagi mikroba kulit normal.

2. Udel tidak menghasilkan sekresi khusus atau minyak seperti bagian tubuh lainnya yang dilindungi, misalnya hidung atau ketiak. Jadi flora mikroba yang ada di dalam pusar cukup mewakili seluruh tubuh.

3. Semua mamalia yang memiliki plasenta akan memiliki pusar atau udel, tapi umumnya udel pada manusia lebih terlihat jelas dibanding mamalia lainnya.

4. Orang yang memiliki bentuk udel menonjol keluar atau biasa dikenal dengan bodong lebih sedikit dibanding yang normal, dan tidak ada perbedaan dengan pusar yang masuk ke dalam kecuali bentuknya saja.

5. Peneliti mengungkapkan bahwa bentuk ideal dari udel seorang perempuan adalah kecil dan berbentuk seperti huruf T, sementara udel yang kurang menarik berbentuk horizontal dan menonjol.


6. Udel memiliki nama yang bermacam-macam, tapi secara teknis dikenal dengan nama 'navel' yang berasal dari kata Anglo-Saxon 'nafela'. blogbelajarpintar.blogspot.com. Sementara bangsa Romawi menyebutnya dengan 'umbilicus' dan orang Yunani menyebutnya 'omphalotomy'.

7. Udel pada ibu hamil akan tampak menonjol, hal ini karena adanya penambahan berat badan yang membuat tekanan semakin besar dan jaringan kulit melebar. 

http://www.serupedia.com/2013/01/7-fakta-unik-tentang-pusar.html

Baca Selengkapnya ....

Inilah Daftar Denda Dalam Klub Arsenal

Posted by Unknown 0 komentar
Arsene Wenger marah besar ketika mengetahui bahwa sistem denda yang ia kembangkan di Arsenal bocor ke publik. Wenger kesal karena kini publik tahu detail daftar terlarang bagi para pemainnya
.

SIstem denda itu bocor setelah dokter tim mereka Gary O'Driscoll mengajak seorang fans untuk melakukan tur di pusat pelatihan Arsenal di Colney. Berikut adalah daftar denda yang dimaksud.
  • Tidak menyaksikan pertandingan home Arsenal (bagi pemain yang tidak dimainkan) didenda 1000 pound.
  • Telat latihan didenda 500 pound plus 250 pound tiap tambahan 15 menit.
  • Terlambat mengikuti treatmen atau sesi pemijatan didenda 500 pound plus 250 pound tiap tambahan 15 menit.
  • Terlambat berangkat beranding bersama tim didenda 500 pound.
  • Terlambat mengikuti pertemuan atau makan bersama tim menjelang pertandingan 250 pound.
  • Salah memakai jersey pertandingan didenda 100 pound.
  • Berpakaian tak pantas di luar ruang ganti didenda 100 pound.
  • Membawa koran, laptop atau ponsel diruang medis didenda 100 pound.
  • Membawa koran ke ruang ganti didenda 100 pound.
  • Tidak memberikan sampel urine dua minggu beruntun didenda 200 pound.
  • Menelepon di dalam ruangan (SMS diperbolehkan) didenda 500 pound.
  • Tidak menghadiri aktivitas komersial klub didenda 500 pound.

Jika ada pemain yang melanggar aturan tersebut, Wenger akan segera mengirim Per Mertesacker sebagai 'debt collector'. Mertesacker didaulat untuk menagih dan mengumpulkan uang denda dari rekan-rekannya.  (tdm/hsw)

http://www.bola.net/bolatainment/daftar-denda-dalam-klub-arsenal-f947d8.html

Baca Selengkapnya ....

10 Negara Eropa yang menyimpan peninggalan Indonesia (Part I)

Posted by Unknown Sabtu, 19 Januari 2013 0 komentar
1. Denmark
Di antara barang yang sangat hebat itulah terdapat selembar Bendera Atjeh di antara tahun 1850 dan 1900 , bendera itu terlihat bewarna merah dan dihias dengan bulan, bintang dan dua pedang. Bendera itu merupakan barang berarti politik yang mungkin berkaitan dengan perang Belanda (1873-1903).
Atjeh adalah sebuah Bansa yang sudah maju sejak zaman-berzaman dahulu, ini bukan suatu isu atau propaganda murahan tapi ia bisa disaksikan oleh bukti-bukti sejarah, yang tersimpan bagus di Museum-meseum di Eropa.
KMPD ( Komite Monitoring Perdamaian dan Demokrasi ) perwakilan Eropa dan ASF di Denmark berusaha menelusuri kejayan masalalu Atjeh. Hasil usaha KMPD dan ASF membuahkan hasil, Museum Denmark misalnya telah mengantar seratusan Gambar bukti sejarah zaman dulu ke pada Ketua KMPD Eropa melalu perantara yang di gunakannya.
Barang Atjeh zaman dahulu tersimpan di Musem Nasional Denmark (Nationalmusset). Di dalam gedung istana lama yang sangat besar itulah tersimpan seratusan barang Atjeh kuno sebagai salah satu bukti bersejarah.
Tidak kurang 140 barang antik yang sangat indah berasal dari Aceh. Koleksi barang etnografis itu dikumpul oleh penjelajah, pedagang, ahli antropologi atau pelayar yang membawa barang-barang dari Aceh kata Bente Wolff, kepala bagian India, Asia Tenggara dan Oceania di kolleksi etnografis, Museum Nasional di København, kepadaMarie Bjørnager Jensen salah seorang mahasiswa di sebuah Universitas di Denmark jurusan antropologi yang mengambil subjec tentang Atjeh.
Antara barang-barang tersebut adalah selendang dan perisai dari Atjeh itu disebut penjaga museum merupakan barang yang sangat berarti dan unik untuk negara Denmark yang dikasih kepada museum oleh perbendaharaan kerajaan Denmark.
Pisau perak merupakan barang yang paling kunoe, ia di buat pada 1748. Ada juga sebuah tempat rokok, yang dulu diberikan kepada Raja Denmark sebagai hadiah, namun hasil penelusuran KMPD dan ASF yang juga di bantu Marie belum dapat mendeteksi hadiah dari siapa, raja atau saudagar. ”Sangat baik kalau pribumi dari negara asal barang di koleksi etnografis melihatnya dengan mata sendiri”, kata Bente Wolff, kepala bagian India, Asia Tenggara dan Oceania di kolleksi etnografis, Museum Nasional di København.
Melihat barang kuno Aceh di Denmark, jadi kita bisa bayangkan kehidupan orang Aceh 80-200 tahun yang lalu. Selendang dan celana berbenang emas, kain kepala, topi dan kalung, anting-anting dan rem dari perak, batang rokok dan bungkusnya, ada tembakau dan gunting, tikar yang berdesain indah dan penutup makanan dibuat dari daun pisang dan kertas berwarna cerah, lampu berhiasan burung kecil, bisa tahu indahnya didalam rumah Aceh dulu. kepentingan agama seperti kain suci yang terhias dengan desain islam yang di bordir dengan benang perak atau berberapa batu kuburan juga terdapat di mesium ini.
Di antara barang yang sangat hebat itulah terdapat selembar Bendera Atjeh yang di perkirakan di gunakan di antara tahun 1850 dan 1900 , bendera itu terlihat bewarna merah dan dihias dengan bulan, bintang dan dua pedang. Bendera itu merupakan barang berarti politik yang mungkin berkaitan dengan perang Belanda (1873-1903).
Disni terlihat keadaan politik di Aceh dulu yaitu hubungan damai dengan dunia luar, dan era globalisasi sudah di mulai sejak ratusan tahun yang lalu oleh orang Atjeh.

2. Rusia
Gus-Khruystalny - Kilauan aneka macam koleksi benda-benda seni dari kaca dan kristal di Museum Kristal, kota Gus-Khruystalny, Rusia bertambah semarak dipadu dengan koleksi-koleksi karya seni dan budaya Indonesia.
Sekitar 300 jenis benda-benda seni dan budaya Indonesia dipamerkan di museum sejarah yang berjarak sekitar 250 km ke arah timur Moskow.

Pameran mulai 16/2 sampai 15/4/2012 itu untuk memperkenalkan keanekaragaman seni, budaya dan tradisi Indonesia kepada masyarakat kota Gus-Khrustalny, demikian Sekretaris II Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI Moskow Enjay Diana kepada detikcom, Senin (26/3/2012).
Kota tua dan bersejarah Gus-Khrustalny, yang didirikan tahun 1756 dan masuk dalam gugusan golden rings Rusia, ini sangat dikenal sebagai kota penghasil barang-barang terbuat dari kaca dan kristal.
Walikota Gus-Khrustalny, Yuri Grishkin menyambut baik penyelenggaraan pameran ini sebagai upaya untuk saling mengenal dan mendekatkan hubungan kedua bangsa. Indonesia yang jauh secara geografis hadir di tengah-tengah masyarakat yang saat ini masih diselimuti cuaca musim dingin.
"Suatu kesempatan sangat berharga bagi masyarakat di sini dapat mengenal keanekaragaman budaya Indonesia melalui pameran ini. Diharapkan kegiatan semacam ini dapat lebih mendekatkan hubungan kedua bangsa kita," ujar walikota Yuri Grishkin.
Para pengunjung dapat melihat berbagai barang seni dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Papua.
Kerajinan yang ditampilkan mulai dari ukiran kayu, topeng, patung garuda, patung komodo, keris. Selain itu terdapat pula pakaian daerah, batik, alat-alat musik tradisional, keramik, kaligrafi, peta hingga foto-foto tentang Indonesia.
Menurut Direktur Museum Kristal, Viktoria Ugryumova, antusiasme masyarakat untuk mengenal seni, budaya dan tradisi Indonesia begitu besar. Setiap hari banyak pengunjung datang mulai dari anak-anak hingga orang tua. Dalam empat pekan sejak pembukaan pameran, sudah lebih dari seribu pengunjung yang datang.
"Mereka sangat senang dapat melihat langsung budaya Indonesia di sini. Salah satu yang menarik adalah budaya dan tradisi Papua dimana suku dan peradabannya yang masih terlestarikan," ujar Viktoria Ugryumova.
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Federasi Rusia Djauhari Oratmangun mengatakan budaya dapat menjadi jembatan bagi kelangsungan hubungan kedua bangsa di bidang lainnya, seperti politik, ekonomi dan pariwisata.
"Indonesia dan Rusia merupakan negara besar dan memiliki keanekaragaman seni dan budaya.Jika kedua bangsa dapat mengenal budaya satu sama lain secara dekat akan timbul saling percaya, yang berdampak pada kelangsungan hubungan bidang lainnya," demikian Dubes.

3. Jerman
Koleksi Budaya Indonesia di Museum für Völkerkunde, Museum Etnologi Terbesar di Eropa.
Keberadaan Wayang Klitik dan Keris Sungginan di Museum für Völkerkunde, ternyata bukan satu-satunya benda kebudayaan Indonesia yang tergolong langka. Pihak museum masih menyimpan satu peninggalan kebudayaan tanah air yang boleh dikatakan keramat.
DARI sekitar 14 ribu benda kebudayaan Indonesia di Museum für Völkerkunde, satu yang menarik perhatian. Satu benda itu adalah keris. Ini bukan keris biasa. Si empunya keris diduga kuat adalah Pangeran Diponegoro. Sosok pahlawan nasional asal Jogjakarta yang konon memiliki kesaktian luar biasa. Ya, banyak kabar yang menyebutkan bahwa keris yang digunakan Pangeran Diponegoro berada di Belanda setelah sang pahlawan wafat.
Namun cerita tersebut sepertinya bisa terkoreksi. Sebab, keberadaan keris keramat itu ternyata berada di Austria. Menurut Dr. habil. Jani Kuhnt-Saptodewo selaku Head of Insular Southeast Asian Collections di museum etnologi Wina, pihaknya memiliki keris yang diduga kuat milik Pangeran Diponegoro. Keberadaan keris yang katanya bernama Kyai Omyang ini sudah sejak lama berada di tangan kerajaan Austria.
’’Kalau ada sebagian kalangan sejarah menyebutkan bahwa keris itu dibawa ke Belanda, sepertinya salah. Kami memiliki data tentang keris ini,’’ terang Jani. Lebih dalam dikatakan Jani, mengenai keaslian keris yang panjangnya sekitar 48,7 sentimeter itu masih dalam proses penelitian. Kurator-kurator di Belanda tengah melakukan investigasi tentang asal usul keris yang sangkurnya berlapis emas tersebut. ’’Namun di kalangan kurator Eropa, mereka selalu bilang kalau di museum kami ada keris Diponegoro.

4. Austria
Museum Wina menyimpan banyak barang berharga. Bukan hanya dari Austria, tapi juga dari mancanegara. Termasuk, dari Provinsi Maluku, Indonesia, yang jumlahnya tak sedikit.
Dua orang Maluku datang bersama Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Austria, Triyono Wibowo, dalam acara temu wartawan di Wina, dua hari lalu. Triyono memperkenalkan keduanya sebagai wakil dari Museum Negeri Provinsi Maluku yang meneliti benda-benda Maluku di Museum Wina.
Keduanya juga sempat menyumbangkan suaranya dalam acara tersebut. ''Kami mendapat tugas ke sini selama tiga minggu. Tugas kami meneliti kebenaran barang-barang di Museum Wina yang berasal dari Maluku," kata Jacob Sipahelut, kasie teknis Museum Negeri Provinsi Maluku.
Informasi keberadaan barang dari Maluku itu, ungkap dia, datang dari pihak Austria yang kemudian dilanjutkan ke Pemerintah Republik Indonesia. Mereka menyebutkan ada banyak barang kuno asal Maluku.
Ternyata benar. Bahkan, jumlah benda-benda itu cukup mencengangkan, 1.200 item. ''Jenisnya bermacam-macam. Ada yang bentuk kain hingga patung moyang. Kami sempat kaget juga," kata pria berkumis itu.
Setelah dipastikan berasal dari Maluku, Jacob dan rekannya, Tonci Tuarissa, mendokumentasi dan memastikan asal barang-barang kuno itu. ''Maluku kan ada beberapa tempat. Dan, daerah-daerah itu kadang punya perbedaan dalam jenis barang," kata Jacob.
Barang-barang itu sampai ke Eropa karena dibawa oleh orang Austria, menurut Jacob, bernama Van Howell. Dia datang ke Maluku pada awal 1800-an. Van Howell membawa banyak barang khas Maluku ke Austria dengan kapal. ''Van Howell tampaknya sangat tertarik dengan benda-benda Maluku," kata pria yang punya suara merdu itu.
Sayang, upaya untuk memulangkan kembali barang-barang Maluku itu tak terealisasi. Barang-barang tersebut sudah menjadi milik Museum Wina. ''Sedih juga barang-barang itu ada di sini, bukan di Maluku. Tapi, kita harus menghormati itu," lanjut Jacob.
Meski begitu, keduanya cukup bangga ada benda-benda kuno maluku di Museum Wina. Apalagi, 1.200 benda itu masih terawat dengan baik. Padahal, usianya sudah mencapai 200-an tahun. ''Kalau tetap di Indonesia mungkin barang itu sudah rusak dan tidak ada lagi. Ini yang patut kami hargai," tegas Jacob yang akan melanjutkan peneltiannya ke Belanda bersama Tonci.

5. Spanyol
Indonesia menyumbangkan sebuah alat musik sasando dari Pulau Rote sebagai koleksi Museum Musik Etnik Barranda, Spanyol.Museum ini terletak di kota Caravaca dela Cruz, provinsi Murcia, sekitar 300km dari Madrid.
Sumbangan alat musik petik dari Indonesia Timur itu diserahkan langsung oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Spanyol Adiyatwidi Adiwoso Asmady kepada pemilik merangkap Direktur Museum Carlos Blanco Fadol, demikian keterangan pers Sekretaris III PensosbudKrisnawati Desi Purnawestri kepada detikcom, Senin (8/8/2011).
Disaksikan Walikota Caravaca de la Cruz, Domingo Aranda Muoz dan beberapa pejabat setempat serta pejabat KBRI Madrid, Dubes menyampaikan bahwa sasando yang disumbangkan kepada Museum Musik Etnik ini mempunyai kisah tersendiri.
Menurut Dubes, pada kesempatan pameran pariwisata terbesar di Spanyol, FITUR (Januari 2011), sasando ini dimainkan oleh Nicodemus Tenis di hadapan Ratu Sofia yang tengah berkunjung ke anjungan Indonesia.
“Ratu Sofia terlihat sangat kagum dan sempat bertanya-tanya tentang alat musik unik dan sederhana ini, yang terbuat dari bambu dan daun lontar, namun menghasilkan suara sangat indah,” ujar Dubes.
Museum Musik Etnik Barranda saat ini memiliki koleksi terbesar alat musik dari berbagai belahan dunia. Beberapa alat musik Indonesia yang telah menjadi koleksi Museum ini adalah seperangkat gamelan Jawa, angklung dan kentongan ageng, yakni kentongan tertua dari Jawa Barat.
Gamelan Jawa dan kentongan ageng merupakan koleksi-koleksi utama museum ini. Dengan penambahan sasando ke dalam koleksi museum ini, diharapkan semakin memperkenalkan kekayaan budaya bangsa Indonesia kepada masyarakat Spanyol, khususnya warga Murcia.
Selain menyumbangkan sasando, masih dalam rangkaian kegiatan kebudayaan Indonesia di Murcia, pada kesempatan tersebut Dubes juga meresmikan pembukaan pameran Gamelan Jegog Bali di Gereja Compania de Jesus, Caravaca de la Cruz.
Dalam acara pembukaan tersebut, gamelan jegog yang terbuat dari bambu dimainkan oleh para pemuda dan pemudi Caravaca dengan sangat baik, dipimpin oleh Carlos Blanco Fadol.
Suara gamelan yang menggema keluar dari gereja tua abad ke-16 tersebut telah mengundang masyarakat sekitar dan para turis untuk melihat acara inaugurasi pameran yang akan berlangsung hingga 30/9/2011. Rencananya, gamelan Jegog ini akan dipamerkan di berbagai kota di Murcia secara bergilir.

6. Perancis
Tambur raksasa, alat musik peninggalan dari Sumatera abad keempat sebelum masehi. Kain sarung batik asal Jawa Timur dari tahun 1900. Pakaian adat Asmat awal abad sembilan belas. Patung batu hasil perajin Lombok. Patung ukiran kayu asal pulau Tanimbar, Maluku, hingga perhiasan peninggalan budaya dari Poso, Jawa dan seluruh penjuru tanah air lainnya, di museum Quai Branly, Perancis. Di museum inilah saya bisa menikmati sebanyak 218 benda budaya Indonesia yang begitu indah tertata.
Gedung museum seluas 40.600 meter persegi dengan koleksi terpajang untuk umum sebanyak 3.500 dan sejumlah 300.000 benda berharga masih tersimpan, terdiri dari beberapa bagian, tergantung kepada benda seni itu berasal. Koleksi yang terpajang, adalah berasal dari Afrika, Asia, Oceania dan Amerika.
Setiap benua, memiliki ruangan tersendiri dengan penataan cahaya dan cara memasangnya yang begitu apik, kadang diiringi oleh alunan musik khas daerah itu, semakin menambah khusus menyerapi setiap rinci dari kekayaan suatu benda.
Bagaimana cara menuju ke museum tersebut. Paling mudah memang menggunakan metro, jika tujuannya hanya ke sana. Tapi seperti yang saya pernah tuliskan dalam cerita saya beberapa waktu yang lalu, yaitu pesiar di Paris dengan Batobus. Nah perahu pariwisata ini salah satu pemberhentiannya adalah, Champs-Elysées.

7. Belanda
Pemerintah Indonesia terus berupaya melakukan hubungan diplomasi dengan pemerintah Belanda agar benda-benda bersejarah yang dikoleksi di museum negara itu dikembalikan ke Tanah Air.
"Kita berharap museum di Belanda yang mengkoleksi benda sejarah Indonesia bisa dikembalikan," kata Dirjen Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Hari Untoro Drajat, di Museum Gunarsa Klungkung, Bali, Sabtu.
Di sela-sela kunjungan ke sejumlah museum dan peninggalan purbakala di Bali, ia mengatakan, banyak benda-benda bernilai sejarah menjadi koleksi museum di Belanda yang berasal dari seluruh Nusantara.
Benda itu kebanyakan diambil ketika Belanda menjajah di Indonesia.
"Mereka mendapatkan koleksi itu ketika Pemerintah Kolonial Belanda menjajah di Indonesia yang lamanya mencapai 3,5 abad," katanya.
Waktu itu, kata dia, tidak sedikit benda-benda karya budaya masyarakat diboyong ke negeri kincir angin tersebut. Baik dengan cara merampas pada masa penjajahan atau ada juga membeli dari seorang kolektor.
"Tindakan perampasan benda tersebut ketika kolonial Belanda berkuasa di Indonesia. Jangankan karya seni diboyong, bahkan seluruh kekayaan bumi ini rampas oleh penjajah," kata Hari Untoro yang didampingi Kepala Seksi Kerja Sama Direktorat Museum Dewi Murwaningrum.
Dikatakan, sejumlah benda bernilai sejarah yang selama ini telah dikoleksi di Museum Belanda sudah ada yang dikembalikan ke Indonesia.
"Berkat pendekatan pemerintah kepada museum di Nederland Belanda, beberapa arca dan lontar bernilai sejarah sudah dikembalikan. Namun demikian  tidak semuanya barang tersebut untuk dikembalikan ke sini," ucapnya.
Menurut Hari Untoro, dengan masih tetap dikoleksi di museum tersebut, secara tidak langsung dapat mempromosikan hasil karya anak bangsa Indonesia adiluhung yang sudah ada sejak berabad-abad itu.
"Nantinya kalau warga Belanda atau peneliti di museum tersebut ingin tahu asal benda sejarah itu pasti mereka akan datang ke Indonesia," katanya.
Dengan demikian, kata Hari Untoro, akan menjadi daya tarik wisatawan datang ke Indonesia untuk melihat secara langsung asal mula kebudayaan Nusantara yang menjadi koleksi museum di Belanda.
"Banyak peneliti yang fokus meneliti keberadaan koleksi museum di Belanda datang ke Indonesia untuk mendalami hasil penelitiannya," kata dia.
Oleh karena itu, dengan pemerintah telah mencanangkan tahun kunjungan museum Indonesia atau Visit Museum Indonesia 2010, diharapkan semua warga dapat berkunjung ke tempat penyimpanan benda bernilai sejarah tersebut.

8. Inggris
Di London salah satu museum yang perlu dikunjungi adalah The British Museum. Di sinilah tempat peninggalan sebagian negara-negara jajahan Inggris disimpan. Atau disinilah artefak yang didapat Inggris dari mancanegara dipajang.
peninggalan berasal dari Nusantara ! Ya ternyata di galeri Asia Tenggara ada satu petak peninggalan sejarah Indonesia di British Museum ini. Meskipun hanya satu petak lumayan bisa menyaksikan peninggalan yang langka dan terawat.
Yang terpajang di sana antara lain kepala dan badan Budha. Dalam keteranganya antara lain tertulis bahwa Pulau Jawa di garis equator yang merupakan bagian dari Indonesia modern memiliki sejarah maritim yang panjang.
Ajaran Budha dan Hindu mungkin diperkenalkan dari India selama abad-abad awal Masehi dan dikukuhkan pada abad ke-7. Pengaruh awal ajaran Budha dapat dilacak di India Selatan dan menunjukkan bahwa arsitektur candi pertama. Dari abad ke-9 M kontak dengan India diperlihatkan dengan gaya patungnya.
Dalam keterangannya disebutkan candi terkenal Budha di Pulau Jawa adalah Borobudur yang dibangun pada abad ke-8. Dan kepala Budha ini berasal dari Candi Borobudur. Agama Budha tersebar di Indonesia melalui kontak dagang seperti bisnis rempah-rempah yang sudah terbina dengan kawasan Asia Tenggara sejak abad ke-1.

9. Vatikan
DUA bersaudara warga Belanda terpesona dengan Borobudur. Siapa yang tidak? Tumpukan batu andesit yang dibangun oleh arsitektur Gunadharma atas perintah Raja Syailendra (750-850) itu memang mengundang decak.
Undakan 10 teras dengan tiga level yang pada dindingnya dipahat relief yang berkisah tentang Siddharta Gautama sebelum mencapai pencerahan sebagai sang bodhisatwa, merupakan karya arsitek yang mengagumkan.
Sempat ditinggalkan dan terkubur selama sembilan abad, bangunan ini kembali muncul berkat upaya penggalian seorang insinyur Belanda HC Cornelius pada 1814. Penggalian itu dilakukan atas instruksi Gubernur Jenderal Sir Thomas Stamford Raffles yang mendengar dari penduduk setempat tentang adanya benda purbakala berukuran raksasa di Desa Bumisegoro, Magelang.
Banyak asumsi berkembang tentang mengapa bangunan yang pernah menjadi pusat aktivitas penganut Buddha ini ditinggalkan. Di antaranya karena letusan gunung berapi, perubahan dinasti, dan perpindahan penduduk lokal menjadi Islam. Namun yang pasti di awal 1920-an, pesona yang dipancarkan Borobodur telah membawanya sampai ke Vatikan.
Frans dan Constant Twaalfhonfen, dua kakak beradik berdarah Belanda itu, menduplikasi relief Borobudur dalam 24 molding yang masing-masing berukuran 1,5 meter x 50 cm. Molding-molding ini kemudian diterbangkan ke Vatikan, negara terkecil di dunia di mana Paus, pemimpin tertinggi agama Katolik menjadi kepala negara.
Tak jelas atas inisiatif atau permintaan siapa molding-molding tersebut dibuat. Yang pasti inisiatif Paus Pius XI untuk membuka Museum Etnologi Misionaris Vatikan pada 1926 untuk menampilkan wajah plural dunia, menjadi salah satu alasan kenapa molding-molding tersebut bisa sampai ke Vatikan.
Museum Etnologi ini merupakan bagian dari Museum Vatikan, museum terbesar di dunia, yang didirikan oleh Paus Julius II pada awal abad 16.
Bersamaan dengan datangnya molding-molding ini, ratusan artefak dari berbagai wilayah di Indonesia juga didatangkan. Koleksi Indonesia tertua disumbangkan oleh Uskup Eugene Tisserant (1884-1972), yang terdiri dari 40 patung perunggu yang merepesentasikan dewa Hindu dan Buddha dari abad 8 dan 14.
Dari Jawa, 30 wayang dan layar dengan tiga panel. Ada juga Alquran mini yang berasal dari abad 19. Artefak Kristen diwakili oleh salib yang didekorasi dengan motif Asmat. Dari Kalimantan ada sekitar 300 artefak, kebanyakan yang biasa digunakan untuk ritual agama sehari-hari.
Dari Sumatera dan Nias ada sekitar 50 artefak, termasuk patung-patung para leluhur. Ada juga artefak dari Aceh, Batak, Bugis, Makassar, Toraja, dan suku Kenyah (Kalimantan). Dari Bali ada artefak yang digambar pada lima daun palem yang mengisahkan legenda kisah cinta dan patung singa.
Sekitar tahun 1970-an, relief Borobudur dibuat replikanya dari molding-molding yang dibawa dua bersaudara Belanda itu. Warnanya tak sama dengan relief aslinya yang abu-abu gelap khas batu andesit, tapi kuning atau putih gading.
Menurut Luciano Ermo, mantan staf Museum Vatikan yang terlibat dalam pembuatan replika tersebut, warna kuning itu muncul karena dibuat dengan teknik pewarnaan semen dan oksida besi, mengikuti informasi dari foto-foto yang diterima saat itu.

10. Hungaria
Sebuah pameran topeng Asia dan Oceania dibuka secara resmi pada tanggal 12 Maret 2010 di museum Etnografi Hungaria, Budapest. Mendahului kata-kata sambutan peresmian, sebuah tari topeng dengan diiringi tabuhan musik tradisional Jawa telah diberi kesempatan mengawali upacara pembukaan. Hal ini merupakan penghargaan dan perhatian khusus pihak Hungaria kepada Indonesia.
Pameran ini menampilkan topeng-topeng langka dari negara-negara Asia dan Oceania termasuk Indonesia, Cina, Vietnam, Jepang, Papua Nugini dan lain-lain. Topeng-topeng tersebut terbuat dari emas dan lainnya dari kayu, kulit dan batu-batu lajurit serta giok. Sebagian topeng merupakan koleksi pribadi Dr. Istvan Zelnik.
Dr. Zsigmond Ritok seorang pakar budaya mengemukakan bahwa penggunaan topeng pada dasarnya menyembunyikan banyak hal dari diri pemakai dan yang tampak dari wajah topeng adalah jati diri yang sebenarnya. Cahaya topeng jenazah menampilkan kekuatan yang bersangkutan.
Duta Besar Indonesia, Mangasi Sihombing mengatakan, penggunaan topeng adalah bagian dari kebudayaan tua Indonesia yang hingga kini tetap terpelihara dan hidup dalam masyarakat. Beliau juga menekankan bahwa kekayaan budaya mencerminkan kekayaan alam dan ekonomi yang menjadikan Indonesia sebagai negara dan bangsa yang besar dan akan mencapai kemajuan setara dengan bangsa-bangsa maju lainnya. Karena itu kerjasama dengan Indonesia menjanjikan bagi semua pihak.
Para penabuh musik Jawa yang ambil bagian dalam acara ini adalah Dus Polett untuk gender, Jakab Geza untuk gendang, Kiss Marta untuk suling, Szilagy Peter untuk rebab serta Shinto Dery sebagai sinden. Penari tunggal adalah Gergye Krisztian. Selain Shinto, mereka adalah peserta beasiswa Darmasiswa beberapa tahun silam di Indonesia. Krisztian saat ini telah menjadi koreografer ternama Hungaria dan pernah meraih Choreographer of the Year Hungaria. Kiss Marta adalah pengarang dan meniti karir sebagai pelukis yang semakin menanjak. Dus Polett aktif memimpin band yang selalu mengkombinasikan musik tradisional Indonesia dengan musik modern. 


source:

bilamana terdapat kesalahn dalam artikel ini, mohon diralat, terima kasih

Baca Selengkapnya ....

Jakarta Bebas Banjir

Posted by Unknown Selasa, 15 Januari 2013 0 komentar
boleh searching di google ane gan...



asik boy...

 
aji mumpung renang..


sensorr..

wkk.. om beckham kapok kayaknya..


wuih..nyebrangnya dahsyat





Baca Selengkapnya ....

Kontak Asia Komputer

Posted by Unknown Sabtu, 12 Januari 2013 0 komentar

ASIA KOMPUTER

Office:
Jl. Gajah Mungkur Raya No. 46, Perumnas II, Karawaci, Tangerang, Banten, Indonesia
Telp: 021 3590 8803, 98093076, 081586370726
Email: mediaranahjaya@gmail.com
Facebook: Media Ranah Jaya
Twitter: @radioranahjaya  
Website: http://mediaranahjaya.blogsopt.com


kami menerima:
- Service Komputer/Notebook/Printer
-  Install
-  Komputer Rakitan/Hardware/Accecories
- Networking







Baca Selengkapnya ....

10 Desa unik dan aneh di Indonesia

Posted by Unknown Jumat, 11 Januari 2013 0 komentar
1. Desa Tanpa Kasur
Dusun kasuran adalah salah satu dusun yang yang ada di desa margodadi kecamatan sayegan, sleman. Sepintas emang gak beda sama dusun yang laen gan, tapi satu hal yang membedakan adalah mayoritas penduduknya gak tidur diatas kasur.
Tradisi ini udah berlangsung turun-temurun sejak jaman nenek moyang, dan gak cuma ditaati oleh orang-orang yang udah sepuh, tapi juga orang-orang muda dan anak-anak. Meyoritas warga tidur hanya beralaskan tikar atau dipan yang gak ada kasurnya.

Kebiasaan ini tentunya bukan tanpa alasan, mitosnya aturan agar warga gak tidur diatas kasur merupakan perintah dari Sunan Kalijaga. Dusun ini dulunya emang pernah disinggahi Sunan Kalijaga ketika melakukan perjalanan untuk menyebarkan agama Islam. Sunan Kalijaga berjalan dari Godean menuju arah utara, antara lain melewati Dusun Grogol dan Tuksibeduk. Sampai di Kasuran sekitar pukul 13.00-14.00 Sunan Kalijaga merasa sangat lelah. Kemudian dia meminta salah satu warga agar menggelarkan kasur untuk istirahat.
Ketika akan melanjutkan perjalanan, Sunan Kalijaga berpesan agar warga jangan sekali-kali tidur diatas kasur. Pesan tersebut masih dilaksanakan sampe sekarang, bukan hanya buat penduduk asli tapi juga buat penduduk baru.
Trus bagaimana kalo dilanggar? menurut pengakuan penduduk setempat biasanya akan terjadi hal-hal yang aneh. Seperti yang terjadi pada 11 orang mahasiswa yang sedang KKN di daerah ini, sebelumnya mereka udah diberitahu tentang peraturan tak tertulis yang dipercaya masyarakat, tapi gak tau apakah mereka bener-bener percaya atau hanya manggut-manggut tapi dalam hati menolak. Alhasil menjelang tengah malam 4 orang mahasiswa teriak-teriak histeris, teman-temannya mengira 4 orang ini masuk angin, setelah dipanggilkan dokter kondisi mereka tetap sama, setelah dipanggilkan sesepuh barulah mereka bisa tenang.
Kisah lain, salah satu warga Kasuran menidurkan anaknya yang masih kecil di atas kasur. Tanpa diketahui sebabnya anak tersebut tiba-tiba mengalami panas tinggi, menangis dan berteriak tanpa sebab yang jelas, setelah ditidurkan di 'jogan' (lantai) baru berhenti menangis

2. Desa Tanpa Air Bersih
Lebih dari 40 tahun warga Pedukuhan Wangon, Desa Kubangsari, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, hidup tanpa air bersih. Mereka merasa hidup tak layak di negera merdeka. Desa yang berpenduduk lebih dari 2.255 jiwa ini hidup tanpa air bersih.
Air bersih bagaikan barang langka yang sulit didapat. Sementara pemerintah daerah seolah menutup mata terhadap kesulitan warganya itu. Konon katanya, desa ini kena kutukan karena ada seorang nenek nenek yang meminta air minum ke warga desa tapi ga ada yang ngasih. Pemerintah ingin segera membangun sumur bor untuk mendapatkan air bersih, sayangnya hasilnya pun sia-sia.

3. Desa Kepiting
Sebuah perkampungan yang warganya mengalami kelainan fisik ditemukan di Dusun Ulutaue, Desa Mario, Kecamatan Mare, Bone, Sulawesi Selatan. Di sana, puluhan penduduknya menderita kelainan di jari kaki dan tangan. Mulai dari lanjut usia hingga bawah lima tahun, jari-jari mereka terbelah menjadi dua hingga mirip capit kepiting.

Pantauan SCTV, Senin (7/2) di Dusun Ulutaue, baik anak-anak maupun dewasa memiliki jari terbelah dua dan terkadang hanya memiliki tiga ruas jari. Alhasil, jika difungsikan, jari mereka mirip dengan kepiting. Fenomena tersebut mereka anggap sebagai kutukan bagi mereka yang berasal dari garis keturunan yang sama.
Kendati demikian, mereka tak pernah malu dengan warga kampung lain. Bahkan hal ini sudah menjadi hal biasa seperti takdir mereka. Bisa jadi, keanehan tersebut terjadi lantaran asupan gizi yang kurang sejak usia dalam kandungan. Maklum, pekerjaan mereka sehari-hari hanyalan nelayan. Ironisnya, hingga sekarang belum satu pun tim medis atau pemerintah setepat meneliti bahkan mengobati para penduduk di kampung itu.
Akibat keanehan pada jari-jari mereka, sebagian warga kampung lain ada yang merasa jijik bergaul dengan mereka. Tak hanya itu, perkampungan mereka pun diberi sebutan 'Kampung Manusia Kepiting' oleh warga setempat.

4. Desa Keterbelakangan Mental
Sebanyak 445 warga di tiga desa yakni Desa Patihan, Pandak, dan Sidoharjo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mengalami keterbelakangan mental atau idiot. Kondisi ini diyakini sudah terjadi sejak 1970-an. Saat itu terjadi kemarau berkepenjangan di lereng perbukitan Rajekwesi yang menjadi awal malapetaka kemiskinan.

Kepala Desa Karang Patihan Daud Cahyono menuturkan, sejak kemarau menerjang, kondisi desa di sekitar perbukitan menjadi tandus dan berkapur. Tak sedikit warga yang kekurangan gizi, kekurangan iodium, sehingga menyebabkan kebodohan.
Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo Iman Sukmanto membenarkan hal tersebut. Menurut dia, salah satu penyebab keterbelakangan mental ratusan warga adalah kekurangan iodium yang banyak terdapat pada garam atau kecap. Untuk menghindari agar kasus idiot tidak berlanjut, Pemkab dan Dinkes Ponorogo terus melakukan sosialisasi perbaikan gizi kepada masyarakat, termasuk pembagian garam iodium gratis kepada seluruh warga.
Diharapkan generasi baru di kawasan tersebut tidak lagi mengidap keterbelakangan mental.
Pengidap idiot parah yang sudah berusia lanjut dan tidak bisa beraktivitas sama sekali, Pemkab berencana memberikan santunan berkala sampai penderita habis.

5. Desa Teletubbies
Dari kejauhan terlihat seperti kumpulan telur angsa raksasa. Entahlah, tapi itu yang aku rasakan ketika menginjakkan kaki di Dusun Ngelepen, Desa Sumberharjo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Sebuah dusun unik yang tipe rumah warganya seragam dengan bentuk mblenduk-mblenduk (bulat sempurna).

Sangat Lucu dan unik memang, letak dusun yang berada di kawasan pedesaan tradisional berpadu kontras dengan bentuk bangunan kontemporer. Sekilas mirip perkampungan Hobbit di film The Lord of the rings. Secara akademis sih dikatakan sebagai rumah domes, tapi oleh warga sekitar lebih familiar dengan sebutan rumah Teletubbies, sebuah tayangan anak-anak yang pernah popular di awal tahun 2000-an.
Jadi jangan heran jika anda akan kesulitan menemukan letak dusun ini jika menanyakan dengan nama rumah domes. Nama Rumah Teletubbies jauh lebih dikenal disini, warga setempat pun lebih bangga mengakui sebagai warga kampung Teletubbies. Nampaknya labeling masyarakat telah berjalan layaknya marketing alami disini.
Keberadaan Dusun Teletubbies di Ngelepen, Prambanan ini tidak bisa dilepaskan dari bencana gempa bumi besar yang sempat meluluhlantakan Yogyakarta pada 27 Mei 2006. Kala itu, ada satu daerah perbukitan yang mengalami kerusakan total yakni Dusun Sengir, dimana tanah kampungnya sempat ‘ambles’ sampai enam meter lebih. Karena sudah tidak layak huni lagi, warga Dusun Sengir direlokasi ke perkampungan baru, yang kini dikenal sebagai new Ngelepen.
Pemerintah waktu itu bekerja sama dengan World Association of Non-governmental Organizations (WANGO) dan the Domes for the World Foundation (DFTW) untuk membuat hunian desa baru dengan konsep rumah domes. Setidaknya ada 71 bangunan dome di Ngelepen. Tiga diantaranya berfungsi sebagai bangunan public seperti Mushola, Taman Kanak-kanak dan rumah bidan. Dari luar memang terlihat sangat sempit, tapi ketika masuk kedalam ternyata bangunan dome memiliki 2 lantai.
Ada yang lucu ketika berkunjung disini di awal maret 2012. Bertahun-tahun setelah warga menetap di Rumah Dome, ternyata kebiasaan alami sebagai petani masih sangat melekat kuat. Alhasil, dusun dengan puluhan dome yang awalnya tertata sangat rapi dengan tanaman hias yang seragam, makin kesini makin tidak seragam lagi. Tanaman hias modern yang serasi dengan bangunan dome, diganti oleh sebagian besar warga dengan pohon pisang, pohon jagung, pohon jambu dan sebagainya. Alasannya biar lebih bermanfaat ketimbang memandang cemara atau palm yang tak bisa diapa-apakan. Gubrak !!, emang sih bermanfaat , tapi berasa seperti kebon pekarangan perkampungan desa pada umumnya.
Awalnya pasti warga Sengir berpikir keras untuk meninggali rumah dome yang terlihat seperti rumah alien di planet berbeda. Alhasil tangan alami mereka turut membentuk wajah dusun Teletubbies menjadi sangat desa sekali. Emang gak boleh kalo Teletubbies pelihara ayam, tanam pohon pisang atau jemur gabah di jalanan. Haha.
Memang, sungguh sangat unik Dusun Teletubbies ini. Terlebih rumah dome ini merupakan satu-satunya kompleks rumah dome yang ada di Indonesia, bahkan bisa dihitung dengan jari keberadaanya di dunia. Jika anda tertarik mengunjunginya, akses menuju kompleks Dusun Teletubbies ini terbilang mudah karena lokasinya tidak jauh dari obyek wisata Candi Ratu Boko, Candi Ijo dan Candi Prambanan. Sehingga dapat anda masukkan sekaligus dalam rencana perjalanan untuk mengunjungi kawasan candi-candi tersebut. Perpaduan yang unik kan, setelah dari abad millenium ala Teletubbies menuju era Tutur Tinular, jaman kerajaan ratusan tahun yang lalu. Sungguh unik!.

6. Desa Pemakan Tanah
Di Tuban, sebuah desa di provinsi Jawa Timur Indonesia, tanah digunakan untuk membuat "ampo" snack krim yang dipercaya sebagai obat.

Menurut Rasima, pembuat ampo di Tuban, tidak ada resep khusus untuk membuat snack yang aneh ini. Semua yang dia lakukan adalah mencari tanah yang bersih, bebas kerikil, di sawah-sawah di desa itu, ditumbuk ke blok yang keras, dengan menggunakan tongkat, dan gulungan mengorek tanah itu, dengan pisau bambu. Gulungan tanah tersebut kemudian dipanggang selama satu jam. Rasima kemudian membawa makanan tersebut ke pasar di desa tersebut, di mana dia mendapatkan sekitar $ 2 (Rp 20.000,-), untuk menambah penghasilan keluarganya.
Tuban adalah satu-satunya desa yang memakan tanah di planet ini. Ada orang, di seluruh dunia, yang menikmati makan pasir, atau kaolin, tapi tidak tanah yang dipanggang. Penduduk desa percaya ampo adalah pembunuh rasa sakit yang alami, dan itu membuat kulit bayi lembut, jika dimakan oleh ibu yang sedang hamil.
rasa ampo tersebut, "tidak ada yang istimewa, rasanya dingin di perutku" kata salah satu penduduk setempat Tuban, yang telah makan ampo, sejak dia masih kecil.

7. Desa Gigolo
Dengan langkah pasti, seorang anak muda memasuki kamar hotel. Usianya kurang dari 20 tahun, namun profesinya cukup mencengangkan, pelaku seks komersial pria alias gigolo. Kesulitan ekonomi selalu menjadi alasan suburnya ladang kerja para gigolo muda tersebut.
Lantaran penasaran, penelusuran menuju daerah asal para gigolo muda pun dimulai. Dua desa kecil di kawasan Boyolali, Jawa Tengah, menjadi tujuannya. Di Desa Cabean, penduduknya beraktivitas layaknya penduduk desa kebanyakan. Warga bergotong-royong membuat keranjang ayam.

Siapa sangka. Begitu senja turun, para pembuat keranjang ayam menjelma menjadi "kucing" alias gigolo. Rata-rata pemuda "desa kucing" merupakan pelajar putus sekolah. Melalui mucikari atau bekerja seorang diri, mereka menjajakan diri di pinggiran jalan. Targetnya, tante girang dan om senang. Terdapat juga salon yang beralih fungsi sebagai tempat mempermak para gigolo.
Warga dan perangkat desa sepertinya tidak mengetahui aktivitas rahasia sejumlah pemuda desa. Terlepas dari itu semua, para pemuda desa pastinya merasa sayang meninggalkan profesinya. Menurut salah seorang pemuda berusia 18 tahun, ia dibayar ratusan ribu rupiah untuk melayani om atau tante yang butuh pijat ekstra. Maksudnya tentu saja pelayanan seks.
Desa lainnya yang menampung para gigolo muda adalah Desa Bakalan. Letaknya di antara Boyolali dan Salatiga. Dengan kamera tersembunyi, tim Sigi memasuki rumah seorang warga yang diduga sebagai kediaman makelar gigolo muda. Rumah itu dikenal sebagai agency model salon. Tak butuh lama bagi seorang makelar menyiapkan "kucing" belianya. Jika harga disepakati, transaksi ditutup dengan hubungan seks di hotel atau lokasi pilihan pelanggan.
"Terus gimana" tanya seorang pelanggan. "Ya maksudnya mesti ngajarin kalo dipegang-pegang...biasa. Tapi kalo main kan belum terlalu tahu," sahut si makelar. Inilah sepenggal percakapan yang direkam tim Sigi dalam traksaksi gigolo di sebuah warung.
Selanjutnya, anak muda desa dibawa ke Semarang. Terdapat sebuah tempat yang kerap disebut-sebut sebagai persinggahan para gigolo, yaitu daerah Pos Ponjolo. Melalui makelar juga para gigolo dikenalkan dengan nuansa kota seperti mal dan pusat perbelanjaan lainnya.
Terbukti, banyaknya remaja lelaki desa yang ingin mencoba dunia esek-esek tidak lepas dari peran makelar yang mendatangi desa mereka. Namun ada juga gigolo yang berani mempromosikan diri sendiri dengan mengirim kode tertentu pada calon pelanggan. Para gigolo ini biasa nongkrong di taman atau kafe. Bahkan, tak sedikit gigolo remaja yang memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mencari pelanggan.
Kisah sepak terjang seorang pemuda menjadi gigolo pernah diangkat ke layar lebar oleh sutradara Dimas Djayadiningrat. Dalam film berjudul Quickie Express yang dirilis pada 2007, Tora Sudiro memerankan pemuda gigolo yang ingin hidup enak. Gigolo, sulit diberantas bukan berarti harus dibiarkan begitu saja. Harus ada tindakan yang berarti untuk mengurangi jumlah para gigolo. Keberadaan mereka bisa menciptakan kondisi sosial yang kurang sehat di masyarakat.


8. Desa Hujan
Datanglah pada pagi hari saat berkunjung ke desa ini, karena ketika sore tiba, hujan selalu mengguyur desa sekalipun musim kemarau. Karena penduduk merasa kuatir saat sore tiba, desa ini pun diberi nama Kwatisore.

Kwatisore adalah sebuah desa di Taman Nasional Teluk Cendrawasih, Nabire, Papua. Begitu tiba di muka desa, sebuah dermaga kayu yang kokoh menyambut kedatangan setiap turis yang datang. Inilah pintu masuk Desa Kwatisore.
Nama Desa Kwatisore memang cukup unik, diambil dari "Khawatir Sore". Dinamakan demikian karena setiap sore desa ini selalu diguyur hujan, sekalipun musim kemarau. Unik bukan?
Jalanan yang ada di Desa Kwatisore sangat bersih. Begitupun dengan udara di sana yang begitu bersih bebas polusi. Salah satu penyebabnya adalah karena tidak ada kendaraan bermotor di desa ini. Jadi, udara terbebas dari polusi asap kendaraan.
Lanjutkan terus perjalanan menyusuri Desa Kwatisore, jejeran rumah yang tersusun rapi akan menambah sedap pemandangan desa ini. Jika berkeliling pada sore hari, desa akan terlihat ramai dengan tawa riang anak-anak yang asyik bermain.
Di malam hari, Desa Kwatisore menjadi sangat gelap gulita. Penerangan begitu minim karena listrik di desa ini masih sangat terbatas. Tapi justru pada malam harilah kehangatan warga desa terasa begitu kental.
Ada satu bangunan yang rutin dikunjungi seluruh penduduk desa pada malam hari. Letaknya tepat di tengah desa. Bangunan ini digunakan penduduk untuk menonton televisi bersama-sama. Di tempat inilah para warga bercengkrama, bertegur sapa. Kebersamaan begitu terasa kental.
Kebanyakan penduduk Kwatisore memiliki pekerjaan sebagai nelayan tradisional. Mereka menggunakan kole-kole (longboat) untuk menangkap ikan. Yang unik dan tak biasa dari desa ini adalah hewan peliharaan penduduk. Beberapa penduduk Kwatisore memelihara rusa dan buaya muara. Hii!
Lebih menariknya lagi, jika menengok ke pekarangan rumah, Anda bisa melihat aneka anggrek khas papua banyak ditanam warga. Rupanya anggrek-anggrek cantik ini diambil langsung oleh warga dari dalam hutan.
Jika ingin berkunjung ke desa ini, sebaiknya datang pada pagi hari. Karena, pada siang hari gelombang perairan Teluk Cendrawasih cukup tinggi.

9. Desa Terapung
Jayapura - Danau Sentani di Kabupaten Jayapura, Papua, punya 22 pulau mungil yang tersebar di dalamnya. 24 Desa adat mendiami pulau-pulau itu, salah satunya Desa Ayapo yang semua bangunannya terapung di atas air.

Jejeran rumah terapung itu mengintip dari kejauhan. Saya mencoba mendekatkan diri ke jendela untuk melihat rupa Desa Ayapo secara lebih jelas. Pada Rabu (10/6/2012) itu, Sentani Lake Tour yang saya ikuti sengaja melewati desa ini. Semakin dekat, semakin terlihat bangunan-bangunan kayu yang berjejer rapi di pinggiran pulau.
Betapa masyarakat Sentani masih menjunjung danau itu sebagai pusat kehidupan. Buktinya, semua rumah di Desa Ayapo menghadap danau alih-alih daratan yang ada di belakangnya. Samuel, nama pemandu Sentani Lake Tour hari itu, mengatakan desa ini memanjang 2 kilometer. Penduduknya sekitar 700 orang.
"Dinding dan tiangnya terbuat dari batang kelapa. Dulu atapnya dari daun sagu, tapi sekarang sudah berganti jadi seng," tambah Samuel.
Walaupun tampak rapuh, rumah-rumah ini sangat kuat. Orang lokal menyebut nama kayu Sua sebagai pondasi rumah itu. Kayu ini punya ketahanan luar biasa. Semakin terkena air, semakin kayu itu tahan lama. Kayu ini juga jadi pondasi jembatan terapung yang menghubungkan satu rumah ke rumah lainnya.

10. Desa Bebas Asap Rokok
Desa pertama yang ada di Indonesia yang bebas asap rokok dan melarang warganya untuk merokok adalah Nagari (Desa) Sitiung, Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat. Dimana di desa ini telah dilakukan penerapan larangan merokok bagi warganya, bahkan warga yang tertangkap merokok disembarang tempat diberikan sanksi tegas dari desa.
Saat ini, penerapan Peraturan Nagari (Desa) telah dilaksanakan oleh Pemerintah Nagari (Desa) dan masyarakat Sitiung dan ini perlu diajukan jempol serta bisa dijadikan contoh bagi desa lain yang ada di Indonesia, dimana pemerintah desa bersama-sama masyarakat memerangi rokok dan bertekad menjadi desa bebas asap rokok.
Dalam hal ini, pemerintah desa bersama Bamus membuat peraturan Desa untuk diterapkan ke masyarakat yakni menjadikan desa Sitiung bebas dari asap rokok dan menetapkan kawasan bebas asap rokok serta memberikan penghargaan kepada masyarakat yang semula merokok dan telah menyatakan tidak merokok lagi.



BONUS
Desa Kanibal

Korowai dan Kombai merupakan kelompok etnis yang berbeda di pedalaman Papua, masing-masing dengan bahasa mereka sendiri, tetapi mereka melakukan untuk mengelola dan juga berbagi praktek-praktek budaya yang mirip. Mereka terampil berburu, orang yang berburu mangsa termasuk kasuari dan babi hutan. Suku ini masih dalam perdagangan benda seperti tulang perhiasan dan pisau, dan mungkin baru diperkenalkan kepada logam dan ide pakaian di tahun 1970-an, ketika pertama misionaris tiba. Alat-alat seperti bambu yang tajam digunakan untuk mengiris daging, kerang untuk menampung air, dan air panas di batu tempat memasak.

Kanibalisme juga hal yang umum dalam sejarah kedua suku Kombai dan Korowai. Untuk Kombai, hal ini merupakan salah satu bentuk hukuman kesukuan, hanya dengan orang yang diidentifikasi sebagai dukun, dibunuh dan dimakan oleh masyarakat sebagai persembahan untuk jiwa dimakan oleh terdakwa. Kanibalisme penting dalam dunia gaib, mirip kepercayaan untuk Korowai dan mungkin juga telah dilakukan sebagai bagian dari sistem peradilan pidana mereka. Sepertinya pohon tidak dipercaya pada alam kematian, tetapi kematian yang disebabkan oleh sihir - juga diyakini menjadi penyebab perang antar suku.

source:


bilamana terjadi kesalahan dalam artikel di atas, mohon diralat, terima kasih


Baca Selengkapnya ....

7 Kasus Cyber Crime Terbesar Di Dunia

Posted by Unknown Rabu, 09 Januari 2013 0 komentar

7 Cyber Crime Terbesar Di Dunia

Kejahatan di dunia maya (cyber crime) sekarang berada di urutan kedua setelah kejahatan narkoba, baik dilihat dari nilai keuntungan materi yang diperolehnya, maupun kerugian dan kerusakan bagi para korbannya.

Meskipun beritanya sudah berulangkali disiarkan oleh media, tampaknya ketiadaan kesadaran publik menjadi keuntungan bagi pihak pencuri-pencuri itu, dan hal ini dibuktikan oleh fakta bahwa banyak orang masih bisa dicuri hanya dengan trik-trik online yang sederhana. Sebagian situs menggiring anda melalui suatu lika-liku implementasi digital paling berbahaya di dunia, maka berhati-hatilah dengan kegiatan online anda.

Berikut ini adalah 7 besar kriminal-kriminal di dunia maya, meskipun nama-nama mereka adalah samaran, tapi mereka nyata adanya.

1. Kodiak
Tahun 1994, Kodiak mengakses rekening dari beberapa pelanggan perusahaan besar pada bank utama dan mentransfer dana ke rekening yang telah disiapkan oleh kaki tangan mereka di Finlandia, Amerika Serikat, Jerman, Israel dan Inggris. Dalam tahun 2005, dia dijatuhi hukuman dan dipenjara selama tiga tahun. Diperkirakan Kodiak telah mencuri sebesar 10,7 juta dollar.

2. Don Fanucci
Di usia 15 tahun, Don Fanucci melakukan suatu rangkaian serangan pada bulan Februari 2000 terhadap beberapa situs web komersil ber-traffick tinggi. Dia dihukum tahanan kota di tempat tinggalnya, Montreal, Quebec, pada 12 September 2001 selama delapan bulan dengan penjagaan terbuka, satu tahun masa percobaan, pembatasan pemakaian Internet, dan denda. Kerusakan ekonomi secara global sebagai akibat serangan-serangannya itu diyakini mencapai 7,5 juta hingga 1,2 milyar dollar.

3. Pox
Salah satu pencipta virus e-mail “Love Bug” (iloveyou), Pox, diduga telah menginfeksi dan melumpuhkan lebih dari 50 juta komputer dan jaringan pada 4 Mei 2000. Virus tersebut juga menyerang komputer-komputer milik Pentagon, CIA dan organisasi-organisasi besar lainnya dan menyebabkan kerugian berjuta-juta dolar akibat kerusakan-kerusakan. Karena Pilipina tidak mempunyai undang-undang yang melawan kejahatan hacking komputer, Fox tidak pernah didakwa atas kejahatan-kejahatannya.

4. Mishkal
Mishkal dituduh sebagai salah satu godfather pemalsu kartu kredit di Eropa Timur. Dia dan rekanan-rekanannya dituduh memproduksi secara masal kartu kredit dan debet palsu. Pada satu titik, mereka dilaporkan memiliki pendapatan hingga 100.000 dollar per hari. Dia ditangkap namun kemudian dibebaskan setelah enam bulan ditahan, dan dengan segera dicarikan kedudukan di pemerintahan Ukrainia – sebuah posisi yang akan memberikan kepadanya kekebalan otomatis dari penuntutan lebih lanjut.

5. The Wiz dan Piotrek
The Wiz, 23 tahun, dan Piotrek, 27 tahun, dari Chelyabinsk, Rusia, dihukum untuk sejumlah tuntutan perkomplotan, berbagai kejahatan komputer, dan penipuan mengikat melawan lembaga-lembaga keuangan di Seattle, Los Angeles dan Texas. Di antaranya, mereka mencuri database dari sekitar 50.000 kartu kredit. Keduanya didenda dan dihukum sedikitnya tiga tahun penjara.

6. Roper, Red_Skwyre, dan Dragov
Tiga orang ini adalah inti dari jaringan kejahatan dunia maya dengan memeras uang dari bank-bank, Kasino-kasino internet, dan berbagai bisnis berbasis web lainnya. Strategi mereka sederhana, yakni meng-hack dan menahan proses transaksi rekening untuk sebuah tebusan sebesar 40.000 dollar. Didakwa menyebabkan kerusakan langsung lebih dari 2 juta poundstarling dan kerusakan-kerusakan tidak langsung sekitar 40 juta poundstarling. Dalam bulan Oktober 2007, trio itu dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman delapan tahun penjara.

7. Bandit
Bandit memanipulasi kira-kira 500.000 komputer dan menyewakannya untuk aktivitas kejahatan. Dia ditangkap pada bulan November 2005 dalam sebuah operasi FBI, dan dihukum 60 bulan penjara, dan diperintahkan untuk menyerahkan sebuah mobil mewahnya seharga 58.000 dollar yang berasal dari hasil kejahatannya. Dia juga diperintahkan untuk membayar 15.000 dollar sebagai ganti rugi kepada pemerintah Amerika Serikat untuk komputer-komputer militer yang terinfeksi

http://www.kaskus.co.id/thread/50ab56c3532acfe17c000112

Baca Selengkapnya ....
Trik SEO Terbaru support Online Shop Baju Wanita - Original design by Bamz | Copyright of My Indonesia.